Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Video: Pelajar di Perbatasan RI-RDTL Bertaruh Nyawa Demi Sekolah
HEADLINE

Video: Pelajar di Perbatasan RI-RDTL Bertaruh Nyawa Demi Sekolah

By Redaksi24 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Demi menuntun ilmu, belasan pelajar SMAN Bikomi Nilulat dari kedua desa ini rela bertaruh nyawa dengan menyeberangi sungai Nainaban yang lebarnya mencapai 25 meter. Foto diambil Rabu (23/01/2018).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

Kefamenanu, Vox NTT–Di negeri ini, para pemimpi adalah pemberani. Mereka kesatria di tanah nan tak peduli. Medali harus dikalungkan di leher mereka.

Demikian tulis Andrea Hirata dalam novelnya ‘Maryamah Karpov’, kelanjutan dari tetralogi novel Laskar Pelangi.

Pemimpi dan pemberani itu tidak hanya ada di Belitung sebagaimana latar dalam Novel Maryamah Karpov, mereka juga ditemukan di belahan lain pelosok Nusantara. Salah satunya di wilayah perbatasan RI-RDTL tepatnya di desa Nainaban dan desa Inbate, kecamatan Bikomi Nilulat, kabupaten TTU, Propinsi NTT.

Demi menuntun ilmu, belasan pelajar SMAN Bikomi Nilulat dari kedua desa ini rela bertaruh nyawa dengan menyeberangi sungai Nainaban yang lebarnya mencapai 25 meter.

Dalam video yang dikirim koresponden VoxNtt.com Rabu (23/01/2019) itu, tampak air sungai Nainaban setinggi dada anak usia remaja.

Sebelum menyeberang, para pelajar ini harus membuka baju seragam dan sepatu mereka lalu menyimpannya di dalam tas sekolah.

Saat menyeberang, tas yang berisi buku dan pakaian tersebut diangkat setinggi kepala agar tidak terkena air sungai. Sementara pelajar putri yang ketakutan, dibantu oleh pelajar putra.

Situasi ini selalu dialami para siswa setiap musim hujan sejak awal bulan Desember.

Setiap pagi, mereka harus berjalan kaki sejauh 5 Kilometer menuju sekolah mereka di desa Sungkaen.

Sudah Dialami Sejak Berpuluh Tahun Lalu

Yakob Tusala, warga desa Inbate, kecamatan Bikomi Nilulat saat diwawancarai VoxNtt.com menuturkan, akibat tidak ada jembatan, warga di tiga desa tersebut terpaksa melintasi sungai meski nyawa taruhannya. Pasalnya jika arus sungai tiba-tiba deras, bisa menghanyutkan siapa saja yang menyeberang.

Menurutnya hal tersebut sudah dialaminya sejak berpuluh tahun lalu. Dia berharap pemerintah dapat membangun jembatan penyeberangan sehingga warga Indonesia yang ada di wilayah perbatasan RI-RDTL itu bisa terbebas dari keterisolasian.

“Kalau langgar ke Timor Leste lebih gampang karena tidak ada kali, kalau ke Kota Kefamenanu atau langgar ke wilayah Indonesia lain pas hujan begini tidak bisa karena banjir besar” ujarnya.

Terpisah kepala dinas PU kabupaten TTU Januarius Salem saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya menjelaskan jalur Inbate dan Nainaban memang merupakan ruas jalan kabupaten TTU.

Namun saat ini ruas jalan tersebut termasuk dalam sabuk merah sehingga untuk pengelolaan merupakan kewenangan dari balai jalan.

“Kami sudah koordinasi dengan balai jalan, informasinya ini tahun mau dilelang tapi kita belum tahu kelanjutannya mau seperti apa” ujar Salem.

Penulis:Eman Tabean

Editor: Irvan K

Pengisi Suara: Grace Gracella

Perbatasan RI-RDTL TTU
Previous ArticlePasien DBD di Manggarai Barat Terus Bertambah
Next Article Esok, GMPS Gelar Deklarasi Perangi Sampah di Ruteng

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.