Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Sepanjang Januari 2019, 11 TKI asal NTT yang Meninggal di Luar Negeri
Human Trafficking NTT

Sepanjang Januari 2019, 11 TKI asal NTT yang Meninggal di Luar Negeri

By Redaksi28 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Yosinta saat diantar menuju mobil untuk diberangkatkan ke kampung halamannya (Foto: Boni J)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Semangat menghapus stigma Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi mayat memang bukan pekerjaan mudah bagi daerah ini.

Pasalnya setiap tahun, puluhan sampai ratusan peti mati terus berdatangan.

Pada tahun 2018, sesuai data yang diterima VoxNtt.com dari BP3TKI NTT mencapai 340 kasus. Sebanyak 105 kasus dari jumlah tersebut adalah kasus TKI meninggal.

Tragisnya lagi, dari 105 yang meninggal itu, hanya 3 (tiga) orang yang dinyatakan TKI prosedural, selebihnya nonprosedural.

Hal itu dijelaskan Kepala BP3TKI Kupang, Provinsi NTT, Siwa di sela-sela penjemputan jenazah Yosinta Boineno (38), TKI asal Desa Sono, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (26/01/2019) sekitar pukul 23.00 Wita.

Pada tahun 2019 ini terang Siwa, terdapat 11 TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri. Dari jumlah itu, hanya satu orang TKI yang dinyatakan prosdural. TKI tersebut berasal dari Kabupaten Sikka. Saat ini jenazahnya sedang berada di Taiwan dan sedang menunggu proses pemulangan.

Selain dari Taiwan, saat ini juga sedang diproses pemulangan satu jenazah dari Malaysia atas nama Valgetnius Falat asal Flores. Siwa belum memastikan alamat jelasnya di Flores.

Untuk diketahui, Yosinta Boineno merupakan jenazah ke-9 yang dipulangkan. Delapan lainnya sudah dipulangkan selama kurun waktu awal hingga pertengahan Januari.

“Kalau 2019 itu sudah 11 Jenazah. Kemudian ini adalah Jenazah yang ke-9. Satunya sedang proses di Taiwan, satunya kita telusurui di daerah Flores, kita belum tahu hanya sebut Flores saja. Kita lagi minta bantuan teman-teman di daerah. Vagentinus Falat. Saat ini jenazahnya sedang berada di Malaysia. Dari 11 itu, cuma satu yang resmi prosedural,” terang Siwa.

Penulis: Boni J

Human Trafficking Nakertrans NTT TKI NTT
Previous ArticleTidur Empat Jam, ASN Disnak TTS Dihadiahi Rp 5 Juta
Next Article Dua Warga Ende Tertimpa Pohon, Satu Meninggal Dunia

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026

PADMA Desak Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Polda NTT dalam Jaringan TPPO

28 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.