Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Dicabut dari Bosda, Guru Minta Bantuan Bupati Matim
VOX GURU

Dicabut dari Bosda, Guru Minta Bantuan Bupati Matim

By Redaksi1 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah guru sedang melihat daftar nama penerima Bosda tahun 2019 di Kantor Dinas PK Matim (Foto: Sandy Hayon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Beberapa guru komite meminta bantuan Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas.

Bantuan tersebut terutama agar meninjau kembali keputusan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (PK), Frederika Soch yang menghapuskan nama sejumlah guru komite dari daftar penerima Bosda.

Sejumlah guru tersebut menilai keputusan Kadis Frederika belum final. Itu karena tanpa melalui pertimbangan matang.

“Kami tunggu saja keputusan dari yang berwenang yaitu Bupati Matim, mungkin bisa bantu kami,” ungkap seorang guru SMP Negeri di Kecamatan Borong, yang tak mau namanya dimediakan saat ditemui VoxNtt.com, Kamis (31/1/2019).

Guru itu mengatakan, Kadis Frederika Soch, seolah tak punya hati dalam mengeluarkan kebijakan terhadap tenaga pendidik di Matim.

“Saya mengajar sejak 2011, ada juga yang sudah lama mengajar lebih dari saya, tetapi mereka justru tidak diakomodir oleh kadis, kadis seolah tak punya hati,” keluhnya.

Senada dengan sumber itu, “BF” seorang guru SMP swasta di Kecamatan Borong, juga mengeluh dengan kebijakan Kadis Frederika.

BF mengaku kaget lantaran namanya tidak dicantumkan dalam dafar penerima intensif tenaga pendidik tahun 2019.

Padahal, kata dia, sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Kadis PK Matim mengatakan guru Bosda yang sudah berpendidikan sarjana akan dialihkan ke dana Bos.

Menurut BF, tidak tranparannya perekrutan guru di Matim menjadi biang hancurnya pendidikan ke depan.

Diakui BF, ia sudah mengabdi lebih dari lima tahun. Namun, rasa kecewa dan sakit hati lantaran pengabdiannya tak lagi dihargai.

“Sebelumnya saya mengajar di SMP Negeri tetapi karena ada sekolah yang butuh guru akhirnya saya pindah, tetapi Bosda tetap berlaku, kok sekarang Bosdanya sudah dicabut,” imbuhnya.

“Kami hanya berharap pada Bupati Matim sekarang,” tambahnya.

 

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Guru Bosda Manggarai Timur
Previous ArticleDiduga Cabuli Bocah 4 Tahun di Ende, Pemuda Asal Nagekeo Dipolisikan
Next Article Bupati Nagekeo: Pemimpin Harus Berani Ambil Risiko

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.