Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Potensi Bawang di Desa Roga Ende Terkendala Akses Jalan
Ekbis

Potensi Bawang di Desa Roga Ende Terkendala Akses Jalan

By Redaksi2 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Desa Roga, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende merupakan daerah produksi hasil perkebunan. Selain, kopi, cengkeh dan kakao, desa ini juga memiliki potensi produksi bawang.

Kepala Desa Roga, Stefanus Beda menjelaskan, produksi bawang di wilayah itu meningkat setiap tahun.

Dari 3.000 kilogram produksi tahun 2017 meningkat lebih dari 5.000 kilogram pada tahun 2018.

“Kita kendala pada sisi infrastruktur jalan untuk memasarkan bawang,”ungkap Stefanus di Kantor Bulog Ende, Jumat (01/03/2019).

Ia menjelaskan, jalan strategis nasional (Ndona, Aekipa, Kurulimbu) merupakan satu-satunya akses jalan dari Roga menuju Ende. Namun akses jalan ini sangat memprihatinkan jika musim hujan tiba.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, kata dia, pernah menjanjikan untuk membangun akses jalan strategis tersebut saat berkunjung ke Ende tahun 2016 lalu.

“Tapi sampai saat ini kan, belum terealisasi,” ungkap dia.

Kepala Desa Roga Stefanus Beda saat dikonfirmasi Voxntt.com di Kantor Bulog Ende soal hasil produksi bawang di Roga (Foto : Ian Bala/Vox NTT)

Untuk mengatasi itu, Pemerintahan Desa Roga sedang berupaya membuka akses pasar ke Bulog Ende. Upaya itu dilakukan untuk kepentingan para petani dalam memproduksi bawang di Roga.

“Jadi, dana desa yang kita gunakan 70 persen kita fokus ke pemberdayaan petani. Kita bentuk 15 kelompok tani yang di-SK kan, untuk berdaya produksi hasil kebun,”ucap dia.

“Kalau BUMDes memang sudah dibentuk, tapi pasarnya tetap harus dicari. Maka kita harap ada respon positif dari pihak Bulog,” sambung Stefanus.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Desa Ende
Previous Article10 Tahun Rezim Tote-Agas Berkuasa, Kampung Mondo Matim Belum Dialiri Listrik
Next Article Berpolitik ala ‘Tarian Bonet’, PDIP Optimistis Raih Lima Kursi di TTS

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.