Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Warga Asal Satarmese Utara Ini Nekat Gorok Lehernya Sendiri
NTT NEWS

Warga Asal Satarmese Utara Ini Nekat Gorok Lehernya Sendiri

By Redaksi6 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban Kornelis Engkom sedang tergeletak di belakang rumahnya sesaat setelah ia menggorok lehernya sendiri dengan menggunakan sebilah parang (Foto: Aven Jabur)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kornelis Engkom (73) warga Golo Purang, Desa Renda, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT nekat menggorok lehernya sendiri dengan menggunakan sebilah parang.

Aven Jabur salah seorang warga Golo Purang mengaku, insiden yang menimpa pria tua itu terjadi, Rabu (6/3/2019), sekitar pukul 16.00 Wita.

Menurut Aven, saat melancarkan aksinya istri korban Margareta Anum sedang istirahat siang.

Sedangkan dua anak laki-lakinya sedang di kebun untuk mencari kayu bakar.

Sepulang dari kebun, anak-anak korban meletakkan parang milik mereka di dapur.

Tanpa diketahui, ayah mereka diam-diam mengambil parang tersebut lalu menggorok lehernya sendiri.

Aven menambahkan, istri korban mendengar ada bunyi sesuatu di luar rumah. Ia pun lalu segera bangun.

”Istri ke belakang rumah, dia melihat sang suami berdarahan tergeletak di lantai lorong belakang rumahnya,” terang Aven.

Saat itu, ia dan keluarga lain langsung meminta bantuan Balna Saputri salah seorang tim medis dari Pustu terdekat.

Balna Saputri, kata Aven, sesaat setelah memeriksa mengaku bahwa korban sudah sangat sekarat.

Tenggorokan telah terpotong. Hanya sisa urat-urat kecil saja yang bisa menyelamatkannya.

Tim medis dan keluarga kemudian memutuskan untuk segera merujuk korban ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng sekitar pukul 17.20 Wita.

Saat korban Kornelis Engkom berada di dalam sebuah truck kayu untuk dibawa ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng (Foto: Aven Jabur)

Pria 8 anak ini langsung dibawa ke dalam mobil yang sudah siap membawanya menuju Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

“Pas dalam mobil, korban pingsan. Akhirnya turun lagi dan kembali masuk ke dalam rumah,” ungkap Aven.

Sayangnya nasib tak memihak pada korban. Ia akhirnya menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 17.45 Wita.

Isak tangis keluarga pun mengiringi kematian pria tua yang dikabarkan sudah beberapa kali mempercepat kematiannya itu.

”Pria tua ini sudah beberapa kali mencoba mempercepat kematiannya dengan meminum air accu dan obat racun semprot, namun istri dengan cepat menolongnya,” kata Aven.

Menurut Aven, korban sudah cukup lama menderita stroke. Diduga ia pasrah dengan penderitaannya lalu melakukan berbagai cara untu mengakhiri hidup.

Hingga berita ini dirilis, VoxNtt.com belum berhasil mengonfirmasi pihak Polres Manggarai di balik insiden yang menimpa Kornelis Engkom tersebut.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Polres Manggarai
Previous Article5 Calon Tenaga Kerja TTS Dicekal, Toko Nobel Bantah Scan KTP
Next Article Nyali Viktor Laiskodat Diuji di Lippo dan Sotis

Related Posts

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.