Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Diterpa Angin, Puluhan Hektar Jagung di Nagekeo Terancam Gagal Panen
Regional NTT

Diterpa Angin, Puluhan Hektar Jagung di Nagekeo Terancam Gagal Panen

By Redaksi12 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jagung Milik Petani di Desa Aeramo usai diterpa angin Pada Minggu (10/3/2019). (Foto: Arkadius Togo/Vox).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Tragis. Demikian kata yang tepat untuk menggambarkan nasib sejumlah petani jagung di Desa Aeramo, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa dan Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo.

Bagaimana tidak, hujan beserta angin pada Minggu (10/3/2019) itu wilayah itu menerpa sekitar puluhan hektar tanaman jagung milik mereka hinggga rata dengan tanah. Hidup mereka kini dibayangi kecemasan akan terjadi gagal panen.

Disaksikan Voxntt.com Selasa (12/3/2019) pagi, sepanjang jalan di saluran irigasi Mbay dari wilayah Aeramo sampai Penginanga, sebagian besar tanaman jagung rata dengan tanah.

Petani jagung di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Polus, mengaku kaget dengan angin kencang yang muncul secara tiba-tiba.

Kondisi jagung di Desa Penginanga

“Saat angin kencang saya kaget, tiba-tiba ada angin kencang disertai hujan grimis,” ujar Polus saat ditemui Voxntt.com Selasa (11/3/2019) pagi.

Polus mengatakan, pasca angin kencang melanda sejumlah kebun jagung, warga kuatir peristiwa yang sama akan terulang lagi. Apalagi menurutnya, rata-rata tanaman jagung yang rusak itu belum siap dipanen.

“Tanaman jagung saya pun ikut tumbang karena angin kencang kemarin yang terjadi mulai pukul 13.12 Wita hingga 15.21 Wita,” katanya.

Kondisi yang sama juga dialami sejumlah petani lain di Kecamatan Aesesa, “Saya punya lahan jagung sebagiannya tumbang dan rusak,” kata Anton Petani Jagung asal Lape.

Kepala Dinas (Kadis) Penanggulangan Bencana Daerah (PBD), Bernabas Lambar saat dihubungi media ini mengaku, sudah ada laporan terkait peristiwa itu.

“Terkait akibat jagung yang diterpa angin sudah ada laporan. Saat ini kita sedang melakukan kajian dan staf saya sudah turun pantau lokasi kebun jagung yang diterjang angin. Kalau untuk kerugian kita belum tahu. Saat ini kita masih proses kajian dulu,” ujar Kadis Barnabas.

Penulis: Arakdius Togo

Editor: Boni J

Mbay Nagekeo Petaani Jagung
Previous ArticleAHP Kunjungi Korban Banjir dan Longsor di Mabar
Next Article Jatuh di Pelabuhan Reo, Vitalis Tewas

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.