Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Dibuang ke Lubang WC, Ini Sejumlah Fakta Penemuan Bayi Asal Matim
HEADLINE

Dibuang ke Lubang WC, Ini Sejumlah Fakta Penemuan Bayi Asal Matim

By Redaksi29 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bayi yang ditemukan warga kampung Lando, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Seorang bayi perempuan ditemukan warga kampung Laci, Desa Compang Mekar, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, Minggu (28/4/ 2019) sekitar pukul 05.00.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, bayi itu ditemukan di dalam lubang WC yang terletak kurang lebih 100 meter dari rumah Paulus Hamit.

Bayi itu pertama kali ditemukan, Yohanes Mansur (19), warga kampung Lando, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda.
Kala itu Yohanes hendak pergi buang air di belakang rumah milik Aprianus Jefrison (27).

Saat itulah ia mendengar suara tangisan bayi dari WC di rumah tersebut yang hanya ditutupi papan kayu kemiri.

Mendengar tangisan tersebut, ia bergegas keluar dan mendapatkan bayi tersebut di dalam lubang WC dengan kondisi yang mengenaskan. Bayi mungil itu terlihat bergerak-gerak di atas cairan kotoran.

Melihat kejadian itu, Yohanes langsung melaporkan kejadian itu ke RT dan kepala Desa Compang Mekar, Blasius Tasbun.

Kades Blasius bersama warga kampung Laci langsung mencari tahu orangtua dari bayi itu.

Kepala Kepolisian Lamba Leda, Iptu Stevent Edi Sumirat, mengatakan ibu kandung dari bayi tersebut adalah FJ (27).

“Pada saat ditemukan, bayi tersebut masih dalam keadaan hidup dengan ari-ari yang sudah dalam keadaan terpisah atau telah dipotong,” ujar Iptu Stevent.

Warga kemudian memberikan pertolongan kepada bayi tersebut setelah diangkat oleh Agustinus Avis (18) dari dalam lubang.

Sekitar pukul 06.00 Wita petugas dari Puskemas Wae Nenda datang dengan menggunakan mobil Ambulance ke kampung Laci.

Petugas medis hendak membawa bayi tersebut menuju RSUD Ruteng. Namun, dalam perjalanannya mereka sempat singgah di Puskesmas Benteng Jawa untuk memastikan kesehatan bayi.

Setelah diperiksa oleh Petugas Puskemas Benteng Jawa, sang bayi ternyata sudah meninggal dunia dan kembali diantar ke kampung halamannya.

Dari catatan kepolisian, ayah kandung FJ, Paulus Hamit mengaku anak perempuannya itu belum punya suami dan baru 6 bulan berada di Kampung Laci setelah pulang merantau dari Makassar, Sulawesi Selatan tahun 2018.

Sepulangnya dari Makasar FJ selalu mengurung diri dalam rumah dan bahkan jarang keluar rumah.

FJ mengaku bayi yang lahir tersebut adalah hasil hubungan gelap dengan seorang lelaki saat keduanya pulang dalam keadaan mabuk dari kafe yang ada di Makasar.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Irvan K

Manggarai Timur
Previous ArticleSMKN 1 Welak Raih Hasil UNBK Tertinggi di Mabar
Next Article Di Ende, Pleno 11 Kecamatan Telah Rampung

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.