Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Migrant Care Sebut Masalah TKI Dibahas Saat Debat Cawapres Tapi Tak Maksimal
Human Trafficking NTT

Migrant Care Sebut Masalah TKI Dibahas Saat Debat Cawapres Tapi Tak Maksimal

By Redaksi1 Mei 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Pusat Studi dan Kajian Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah (Foto: istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Pusat Studi dan Kajian Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah membantah pertanyaan VoxNtt.com soal isu human trafficking yang tidak dibahas dalam debat Capres dan Cawapres baru-baru ini.

Ia menyatakan, isu itu sempat dibahas oleh Cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Namun, tidak begitu maksimal.

“Sebenarnya masalah human trafficking ada, saya kan panelisnya,” ucap Anis.

Aktivis HAM ini menuturkan, salah satu soal yang muncul dalam debat itu yakni meminta kedua cawapres untuk menjelaskan cara mengatasi masalah pekerja migran di dalam dan di luar negeri yang sangat rentan mengalami ketidakadilan.

Dalam pertanyaan itu, jelas dia, diisi juga problem-problem buruh migran termasuk kasus human trafficking.

“Isu tentang TKI kemarin memang sebenarnya masuk ya, tapi hanya sepintas. Tidak maksimal dijawab,” katanya.

Pendiri Migrant Care itu menilai, kedua cawapres memang tidak mengeksplorasi lebih jauh tentang masalah yang dihadapi pekerja migran termasuk kasus human trafficking.

Padahal, sesungguhnya di pertanyaan itu muncul dalam sesi pernyataan panelis.

“Karena background masing-masing calon wakil presiden itu tidak banyak terkait dengan perburuhan termasuk pekerja migran,” kata Anis kepada VoxNtt.com, usai jumpa pers di Aula Universitas Flores, Selasa (01/05/2019) pagi.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Human Trafficking
Previous ArticleMelepas Senja di Pantai Nangadhero
Next Article Hippamapora Kupang Tagih Janji Bupati Matim

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.