Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Konsep Wisata Halal Mesti Ditolak di Labuan Bajo
Ekbis

Konsep Wisata Halal Mesti Ditolak di Labuan Bajo

By Redaksi3 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Silvianus M. Mongko
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Konsep wisata halal yang ingin dicanangkan di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai protes banyak pihak.

Sebelumnya, dilansir dari genpi.co Dirut Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Shana Fatina mengatakan, daerah tersebut punya potensi untuk dapat menerima wisatawan muslim sebagai pasar demi meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Dari pengenalan konsep wisata halal khususnya di Kabupaten Manggarai Barat, diharapkan dapat membantu peningkatan kunjungan wisatawan dan memperluas pangsa pasar Labuan Bajo khususnya bagi wisatawan Muslim,” jelas Shana dalam Sosialisasi Pengembangan Pariwisata Halal Labuan Bajo di Sylvi Resort Labuan Bajo, Selasa (30/04/2019) lalu.

Salah satu tokoh agama, Silvianus M. Mongko menjelaskan terkait wisata halal, ada beberapa hal yang perlu dikaji secara jelas. Sehingga alasan, motif, sasaran dan implikasinya jelas bagi masyarakat.

Menurut alumnus Lemhannas RI 2018 itu, ada beberapa pertimbangan terkait wacana wisata halal di Labuan Bajo.

Pertama, konsep wisata halal itu mesti jelas, datangnya dari mana? Halal menurut perspektif siapa?

Silvianus mengatakan, dari berbagai penjelasan dan sumber, indikasi halal itu datang dari perspektif agama.

”Jika itu maksudnya, maka terminologi halal untuk mendefinisikan wisata Labuan Bajo, melukai perasaan masyarakat yang berkeyakinan lain. Seolah-olah selama ini wisata kita haram, maka perlu dihalalkan,” katanya.

Kedua, jika halal itu terkait dengan ajaran agama tertentu, maka tidak boleh dipaksakan untuk diberlakukan di ruang publik. Artinya, halal itu terkait ritual privat beragama atau pilihan moral privat yang tidak bisa menjadi kebijakan imperatif di ruang publik.

Ketiga, halal itu sangat profit-oriented. Artinya, pertimbangannya sangat pragmatis-ekonomis. Ukuran halal lebih untuk menjawab kebutuhan bisnis pariwisata.

Keempat, implikasi bias tafsir atas halal, bisa berbahaya untuk toleransi lokal. Oleh karena terminologi itu tendensius untuk melayani umat agama tertentu, maka bisa mengusik sensitivitas religius masyarakat lokal (mayoritas).

”Bisa mengganggu perasaan umat beragama yang tidak ingin ajaran agama soal halal (moral privat) dibawa ke ruang publik,” kata Silvianus.

Atas dasar itu, menurut Silvianus, tidak perlu membawa konsep wisata halal di Labuan Bajo karena tidak cocok untuk konteks sosial budaya masyarakat Manggarai.

“Jangan sampai jika konsep ini dipaksakan, malah merusak keseharian toleransi di Mabar,” tegasnya.

Karena itu kata dia, konsep wisata halal mesti ditolak untuk diberlakukan di Labuan Bajo.

“Lebih baik kita promosikan wisata budaya untuk konteks Manggarai yang sangat kaya dengan warisan budaya,” pungkasnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Labuan Bajo Manggarai Barat Wisata Halal
Previous ArticleBanyak Penyelenggara Tumbang, Tim Medis ‘Standby’ Saat Pleno di KPU TTS
Next Article Rapat Pleno di KPU Mabar Diwarnai Berapa Kali Skorsing

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.