Petugas medis dari Puskesmas Kota Soe nampak dengan senyum melayani pasien di lokasi pleno KPU TTS, Jumat (03/05/2019). (Foto: L. Ulan).
alterntif text

Soe,Vox NTT_Mengantisipasi jatuhnya korban karena sakit atau kelelahan, maka petugas medis ‘standby’ pada rapat pleno rekapitulasi suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Timor Tengah Selatan (TTS).

Ketua KPU TTS, Matheus A. Krivo yang diwawancarai VoxNtt.com, Jumat (03/05/2019) mengatakan, kehadiran tim medis ini untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan, baik peserta pleno maupun penyelengara.

“KPU TTS melakukan kerja sama ini untuk menghindari hal-hal seperti: gangguan kesehatan, baik itu peserta pleno maupun penyelenggara. Kehadiran para medis penting mengingat pleno dilaksanakan¬† tanggal 2 sampai 7 Mei mendatang. Jadi selama 6 hari tim medis standby,” jelasnya.

Sementara itu, Semri Nenoliu dan Debby Soru, dua petugas kesehatan dari Puskesmas Kota Soe, yang diwawancarai  terpisah, mengatakan, pihaknya menanagani khusus pasien emergency atau darurat.

“Kami siapkan alat tensi darah dan obat-obatan seperti vitamin, obat untuk darah tinggi, darah rendah, batuk, demam, luka serta dua unit ambulans,” jelas Ibu Semry dan Debby.

Sebelumnya, KPU TTS mendapatkan kritikan tajan dari pembaca VoxNtt.com di TTS.

Ale Gho, salah seorang Pemuda di Kota Soe kepada VoxNtt.com, mengatakan, penyelenggara dalam hal ini KPU TTS harus peka untuk melakukan langkah-langkah antisipatif, dengan menyiapkan tenaga medis di lokasi pleno.

“Selama pleno KPPS dan TPS serta kecamatan banyak jatuh korban karena ketiadaan tenaga medis di lokasi. KPU harus melakukan antisipasi, dengan menggandeng para medis. Ini bisa mengantisipasi jatuhnya korban. Jangan sampai KPU hemat di biaya tapi boros di korban,” tandas Ale.

Pantauan VoxNtt.com, pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat KPU TTS di GOR Nekmese mulai dilaksanakan, Kamis (02/05/2019) dan rencananya berakhir Rabu (07/05/2019).

Hingga Jumat (03/05/2019) sore ini, dari 32 kecamatan di TTS, sekitar 12 kecamatan yang sudah melaksanakan pleno.

Terpantau juga, proses pleno tidak dilaksanakan per kecamatan di tiap daerah pemilihan (dapil) namun diacak. Aparat Polri, TNI maupun Sat Pol PP nampak melakukan pengamanan ketat.

Baca: Lagi, Anggota Panwas Mollsel ‘Tumbang’Saat Pleno

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J