Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Masyarakat Jangan Gampang Terprovokasi dengan Isu Perpecahan Bangsa
Regional NTT

Masyarakat Jangan Gampang Terprovokasi dengan Isu Perpecahan Bangsa

By Redaksi18 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Muhammad Saldin, Wakil Ketua Takmir Masjid Al'Ijtihal Nangaroro
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Muhammad Saldin, Wakil Ketua Takmir Masjid Al’Ijtihal Nangaroro, Kabupaten Nagekeo meminta masyarakat untuk tidak gampang terprovokasi dengan isu yang memecah belah bangsa Indonesia.

“Izinkan saya mengimbau kepada pihak-pihak tertentu atau oknum tertentu yang berniat untuk membuat huru hara atau masyarakat yang berbeda pendapat karena itu akan merusak suasana atau keamanan Negara,” ujarnya saat ditemui VoxNtt.com, baru-baru ini.

Muhammad juga meminta masyarakat agar tidak boleh terprovokasi dengan berita bohong atau hoaks, yang bermuara ke upaya perpecahan bangsa Indonesia.

Tak hanya itu, umat muslim di Kecamatan Nangaroro diminta Muhammad agar tidak ikut serta dalam kegiatan people power, sebagaimana didengungkan kelompok tertentu menjelang penetapan hasil Pemilu 22 Mei mendatang.

“Mari kita hargai hasil kinerja para penyelengara Pemilu khususnya di Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo yang sudah berjalan dengan lancar, jujur, adil dan transparan, serta demokrasi,” katanya.

Senada dengan Muhammad, Fredi Jou tokoh muda Gereja Kristus Raja Riti mengatakan, Pemilu yang dijalankan kali ini sudah berjalan dengan baik.

Fredi percaya bahwa KPU telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Pihak Fredi pun menyampaikan apresiasi kepada KPU, Bawaslu,TNI dan Polri yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam Pemilu 2019.

Sebagai tokoh masyarakat, ia menyampaikan bahwa jika ada dugaan pelanggaran hendaknya diselesaikan melaui lembaga-lembaga Negara yang menangani sengketa Pemilu.

Menurut Fredi, menggerakkan massa atas nama people power adalah upaya yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat.

Sebab itu, ia meminta agar gerakan people power tidak perlu dilakukan menjelang penetapan hasil Pemilu oleh KPU.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleKesal dengan Pemkab Manggarai, Warga Hadang Mobil Sampah
Next Article Mural, Cara GMPS “Dandan” Pasar Ruteng

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.