Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kesulitan Air, 50 KK di Matim Timba Air Sumur Sedalam 30 Meter
Regional NTT

Kesulitan Air, 50 KK di Matim Timba Air Sumur Sedalam 30 Meter

By Redaksi21 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tampak jeriken dan ember milik warga Kampung Leke untuk mendapatkan air sumur sedalam 30 meter. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Leke, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) masih mengalami kekurangan air bersih. Para warga pun terpaksa menimba air sumur sedalam 30 meter.

Pantauan VoxNtt.com, Minggu (19/05/2019) sore, di seputaran sumur itu tampak puluhan jeriken dan ember milik warga tengah mengantre untuk menimba air.

“Kami sudah belasan bahkan puluhan tahun mengalami kekurangan air dan sumur yang dalamnya 30 meter ini menjadi salah satu andalan kami,” ujar Stefanus Selasa (37) salah seorang warga kampung itu.

Sumur kata dia, merupakan milik salah seorang warga kampung itu. Dikatakannya, hampir setiap perayaan atau acara besar di kampung itu, mereka terpaksa merogoh kocek untuk mendapatkan air bersih.

Kendati demikian pria yang disapa Even itu mengaku senang, ketika para warga kampung sempat terbantu oleh adanya air PAM beberapa waktu lalu.

“Kami bahagia sekali waktu itu, walaupun satu kali dalam seminggu air keluar, tetapi kami senang setidaknya bisa membantu kami,” ucap pria kelahiran 5 Januari 1982 itu.

Namun, dirinya menilai bantuan air PAM hanya dinikmati sesaat saja. Bahkan lanjut dia, bantuan itu meninggalkan jejak yang buram lantaran membuat warga menunggu dalam ketidakpastian.

“Kami kadang harap kapan air ini keluar lagi, sudah 6 bulan kami menunggu dalam  ketidakpastian,” ujarnya dengan pelan.

Dia pun berharap pemerintah bisa memperhatikan ketidaan air yang mereka alami.

“Kami mengharapkan perhatian yang serius dari pemda Matim soal air bersih di kampung Leke, kelurahan Tanah Rata,” pintanya.

Terpantau, pipa dan meteran yang berada di sekitar rumah warga sudah tidak terawat lagi. Beberapa di antaranya tampak mubazir lantaran tidak pernah teraliri air.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

Manggarai Timur
Previous ArticleWVI Gelar Pelatihan Fasilitator Pengasuh PDC
Next Article Pilkada Mabar, Golkar Usung Kader Sendiri

Related Posts

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Benteng Jawa–Bawe, Sindir Minimnya Perhatian Pemerintah

3 Juli 2026

Manggarai Timur Hadapi Lonjakan Bunuh Diri, Dinas Sebut Peran Ayah Perlu Diperkuat

2 Juli 2026
Terkini

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

JPIC OFM Dukung Penolakan Keuskupan Ruteng, Desak Izin Tambang PT SJA Dicabut

6 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026

Hidup dalam Roh vs dalam Daging

5 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.