Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Tiba di Eltari Jenazah TKI Asal Sumba Tak Dijemput Keluarga
Human Trafficking NTT

Tiba di Eltari Jenazah TKI Asal Sumba Tak Dijemput Keluarga

By Redaksi22 Mei 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pendeta Emi Sahertian saat mendoakan Jenazah Stephen Tolok sebelum dihantar ke RSUD WZ Johanes. (Foto: Ronis/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Jenazah Stephen Tolok, TKI asal Desa Kalembu Weri, Kecamatan Wewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya yang bekerja di Malaysia, tiba di Kargo Bandara El-Tari Kupang, Rabu 22 Mei pukul 12.15 Wita.

Dalam Surat Keterangan Kematiannya, Stephen meninggal pada tanggal 17 Mei lalu setelah diterkam buaya saat memancing ikan di Tasik Tatahan Air, Tambisan, Sabah, Malaysia.

“Dia meninggal gara-gara diterkam buaya, kepala dan tangan kirinya putus,” jelas salah satu petugas BP3JTKI.

NTT Dikirimi Peti Jenazah TKI ke-46 Selama 2019

Pantauan VoxNtt.com, Jenazah Stephen dibawa ke RSUD WZ Johanes Kupang menggunakan mobil ambulance yang disediakan BP3TKI NTT.

“Nanti, esok pagi baru jenazahnya akan berangkat ke Tambolaka Sumba Barat Daya,” ujar Petugas staf BP3TKI.

Pantauan VoxNtt.com, tak ada satupun keluarga almahrum yang menjemput di Kargo selain Petugas BP3TKI dan Pendeta Emi Sahertian, serta beberapa orang lainnya dari jaringan peduli kemanusiaan.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

Emi Sahertian Human Trafficking Kabupaten Kupang
Previous ArticleKomnas HAM Datang ke Ngada, Ini Tujuannya
Next Article Komnas HAM Kunjungi Nagekeo Terkait Pengaduan Ini

Related Posts

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

Manggarai Timur Hadapi Lonjakan Bunuh Diri, Dinas Sebut Peran Ayah Perlu Diperkuat

2 Juli 2026

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.