Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Hijrah- Berpindah untuk Tingkatkan Taraf Hidup
Ekbis

Hijrah- Berpindah untuk Tingkatkan Taraf Hidup

By Redaksi27 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pengunjung sedang melihat beberapa pulau di Labuan Bajo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Oleh: Matheus Siagian

Perpindahan manusia dari tinggal di satu tempat ke tempat yang lainnya untuk memperbaiki hidup bukanlah hal yang baru.

1400 tahunan yang lalu, Nabi Muhammad SAW menyebutnya dengan istilah hijrah, ke kota Madinah saat ia merasa Mekah sudah tak lagi kondusif dan aman untuknya.

Seperti Musa berpindah menyeberangi Laut Merah, atau Yesus yang mencoba hijrah dari kekuasaan Romawi.

Orang modern menyebut perpindahan, dengan skala nasional, sebagai migrasi.

Migrasi orang Meksiko ke Amerika Serikat, migrasi orang Taiwan ke Australia, dan banyak lagi.

Pada level regional, ada urbanisasi, di mana orang-orang Bali Utara pindah dan tinggal di Seminyak atau Denpasar, misalnya.

Atau perpindahan karena iklim, yang dilakukan warga Winnipeg Kanada ke kota Toronto di negeri yang sama, untuk menghindari musim dingin yang ekstrim (sampai -50 derajat Celcius).

Tujuan perpindahan-perpindahan ini, meskipun namanya berbeda-beda, intinya sama: meningkatkan kualitas hidup diri sendiri dan orang-orang yang disayangi.

Ketika saya mendengar soal penutupan Pulau Komodo untuk rehabilitasi ekosistem alamnya, saya teringat dengan konsep migrasi ini.

Awalnya saya pikir seluruh TNK akan ditutup, tentu saya tak setuju, tapi kemudian baru diketahui bersama bahwa yang akan ditutup hanya pulau Komodo saja.

Saya juga mendengar tentang adanya pembatasan maksimum 50 ribu orang pengunjung, yang sesuai dengan studi carrying capacity yang pernah dirilis.

Dari situ saya sadar, Pemerintah Provinsi NTT peduli dengan hal-hal ini.

Pembatasan pengunjung ke masing-masing titik macam Loh Liang dan Loh Buaya akan memberi dampak positif.

Hal ini memaksa pemerintah membuka titik baru dan melestarikannya.

Seperti diketahui, habitat Komodo ada di banyak tempat, yakni di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Longos, di daratan pulau Flores – Wae Wuul dan Riung.

Jika titik-titik ini dikembangkan penutupan secara bergantian, berotasi tiap 6 bulan per titik, penutupan ini malah akan berdampak positif karena akan menjaga kealamian dari Taman Nasional Komodo kita.

Istilah gampangnya, kadal Komodo di titik-titik habitat libur, 6 bulan tidak melihat turis.

Memang perlu diteliti lebih dalam, tapi jelas akan berpengaruh pada perilaku kebinatangan.

Termasuk perilaku alaminya sebagai apex predator di habitat.

Pergantian buka tutup titik juga akan mempermudah kontrol jumlah pengunjung.

Penambahan titik-titik kunjungan juga akan menambah pemerataan impact kepariwisataan bagi masyarakat di lingkungan TNK.

Penulis adalah pelaku pariwisata di Mabar

Matheus Siagian
Previous ArticleRaih Opini WTP, Bupati Deno: Hasil Kerja Keras Seluruh Staf
Next Article Karantina Ende Dukung Akselerasi Ekspor Kopi Arabika Bajawa

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.