Jalan menuju Desa Siru yang tidak jauh dari Jalan Trans Flores (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Jalan di Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) hingga kini rusak parah. Pemkab Mabar pun terkesan tutup mata.

Sejak tahun 2012, jalan yang menghubungkan tiga desa di Lembor itu yaitu Desa Siru, Desa Wae Wako, dan Desa Poco Dedeng luput dari Perhatian Pemkab Mabar.

Padahal jika dilihat, jalan tersebut tak jauh dari Jalan Trans Flores di Lembor.

Novandi salah satu pengendara yang melintasi jalan tersebut mengaku kesal dengan kondisi jalan yang tiap hari makin memburuk.

Baca Juga: Pelajar di Siru Mabar Tewas Tenggelam di Embung

“Saya sangat kesal dengan kondisi jalan ini. Sudah lama jalan ini tidak diperbaiki oleh pemerintah. Sudah tidak ada aspalnya, lubang besar lagi,” ungkap Novandi dengan nada kesal saat ditemui VoxNtt.com, Senin (17/6/2019)

Dia menuturkan, setiap hari dirinya melewati jalan tersebut dari Desa Wae Wako menuju Malawatar. Dalam perjalanan, kata dia, jika berpapasan dengan mobil truck terpaksa harus berhenti agar menghindari debu yang berterbangan.

“Kalau saya jalan, pas ada mobil truck saya berhenti. Pasti debu banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Siru Sumardi, saat ditemui VoxNtt.com di ruangan kerjanya, Senin (17/06/2019), mengakui bahwa jalan di desanya kurang lebih sudah 6 tahun tidak pernah diperbaiki.

“Kami sudah berulang kali mengajukannya melalui Musrembangcam tapi sampai saat ini belum juga terealisasi. Sudah hampir 6 tahun jalan ini begini,” ungkap Sumardi.

Sumardi mengatakan, sebelumnya pada bulan Februari lalu, masyarakat Desa Siru bergotong royong memperbaiki jalan tersebut.

“Bulan Februari lalu kami bersama masyarakat desa memperbaiki jalan ini. Waktu itu musim hujan banyak jalan yang berlubang, takutnya ada masyarakat yang jatuh saat mengendarai motor akhirnya kami perbaiki,” jelas Sumardi.

Kendati demikian kata Sumardi, pengerjaan jalan oleh desanya hanya menutupi beberapa lubang saja.

“Kami hanya tutup beberapa lubang yang besar, selebihnya tidak,” tegasnya.

Sumardi berharap agar pemerintah segera memperhatikan jalan di desanya itu agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan untuk menghindari kecelakaan.

“Paling tidak harus diperbaiki. Agar aktivitas masyarakat tidak terganggu takutnya kecelakaan,” tutup Sumardi.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

alterntif text