Ahmad Selayar (Foto: Istimewa)
alterntif text

Ende, Vox NTT- Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), saat ini sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Semua pihak berharap, proses ini berjalan dengan baik.

Yang tidak kalah penting, masyarakat mengharapkan agar para pihak terkait nantinya dapat menerima apapun yang menjadi keputusan MK. Jangan sampai karena keputusan MK yang tidak sesuai harapan, justru direspon dengan aksi demonstrasi yang berbuntut kekerasan dan kerusuhan seperti peristiwa 21-22 Mei lalu.

“Kami selaku tokoh pemuda Ende, menolak keras segala bentuk aksi kekerasan termasuk kerusuhan seperti yang terjadi tanggal 21-22 Mei lalu. Mari kita semua mengikuti proses yang saat ini berjalan di Mahkamah Konstitusi, dan menghormati apapun yang menjadi keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi nantinya,” ajak Ahmad Selayar, tokoh pemuda Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Ende, Kamis (20/06/2019).

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Ende Selatan, agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mari bersama – sama kita menjaga persatuan dan kesatuan, merawat kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara, demi keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Rabu (19/06/2019), MK menggelar sidang ketiga PHPU Pilpres 2019.

Sidang dengan agenda mendengarkan saksi-saksi dan ahli yang dihadirkan pemohon yakni tim hukum Prabowo-Sandi ini, baru ditutup Kamis (20/06/2019), pukul 05.00 pagi.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

alterntif text