Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Datangi Kejati, PIAR dan FPK Desak Tetapkan Lebu Raya Jadi Tersangka Kasus NTT Fair
HUKUM DAN KEAMANAN

Datangi Kejati, PIAR dan FPK Desak Tetapkan Lebu Raya Jadi Tersangka Kasus NTT Fair

By Redaksi25 Juni 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota PIAR dan FPK saat berdiskusi dengan Asisten Bidang Pengawasan Kejati NTT Banura Purba terkait kasus dugaan korupsi NTT Fair, Selasa (25/06) (Foto: Ronis Natom/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Perkumpulan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Selasa (25/06/2019).

Kedatangan PIAR dan FPK yakni untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi NTT Fair yang santer menyeret nama mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Nama Labu Raya disebut-sebut turut menerima fee dari proyek pembangunan lokasi pameran tersebut.

Kedatangan PIAR dan FPK juga turut menanyakan perihal mutasinya Kepala Kejati NTT, Febrie Adriansyah yang tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi NTT Fair.

PIAR dan FPK tak bertemu Plt. Kepala Kejati NTT. Mereka hanya berdiskusi dengan Asisten Bidang Pengawasan Kejati NTT Banura Purba.

Direktur PIAR NTT Sarah Lery Mboik dalam kesempatan diskusi tersebut menyampaikan apresiasi kepada Kejati NTT yang sudah menetapkan sebanyak enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan NTT Fair.

Lery pun mendesak Kejati NTT segera menetapkan Lebu Raya sebagai tersangka karena diduga telah menerima fee dari proyek tersebut.

“Kami datang ke sini untuk sampaikan suport. Kami datang untuk memberikan dukungan. Setya Novanto saja KPK berani tetapkan sebagai tersangka masa mantan gubernur saja kok Kejaksaan takut,” tegasnya.

Menurut Lery, Kepala Kejati NTT Febrie Adriansyah dimutasi saat tengah menangani kasus NTT Fair telah menaruh kecurigaan publik.

Kecurigaan publik terutama terkait intrik politik yang dimainkan dengan kekuatan besar, sebab telah menyeret nama mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

“Kejati tidak usah takut. Kami masyarakat NTT selalu memberikan suport dan dukungan,” imbuh dia.

Ketua FPK Pius Rengka mengatakan, kedatangan mereka ke Kejati NTT adalah bentuk dukungan yang baik terhadap lembaga penegak hukum tersebut.

Pius juga mananyakan perihal mutasinya Kepala Kejati NTT Febrie Adriansyah yang tengah mengusut kasus dugaan korupsi NTT Fair.

Menurutnya, Febrie Adryansha berada dalam pusaran dan arus penuntasan kasus NTT Fair.

“Kami apresiasi positif, dia (Febrie Adryansha) kan pada konteks sekarang ini tiba-tiba dipindahkan, ini yang ramai dibicarakan publik,” pungkas Pius.

Sementara itu, Asisten Bidang Pengawasan Kejati NTT Banura Purba menjelaskan, mutasi yang dilakukan terhadap Febrie Adriansyah tak ada sangkut pautnya dengan urusan kasus NTT Fair.

Kata dia, mutasi tersebut adalah dalam rangka promosi bagi Febrie Adriansyah.

“Mantan Kepala Kejati itu teman saya. Dia pindah saya sebagai sahabat juga sedih. Tapi, inikan dalam rangka promosi bagi dia. Lebih bagus kan. Kita juga saling komunikasi denga beliau yang sudah dimutasi ke Pidsus Kejaksaan Agung,” ujar Banura.

Ia menambahkan, desakan agar Lebu Raya segera ditetapkan sebagai tersangka tentu saja harus memiliki bukti yang kuat. Saat ini, penyidik Kejati NTT sementara melakukan penyidikan lebih jauh terkait kasus tersebut.

“Kita biarkan adik-adik penyidik yang lakukan tugas mereka. Ini harus punya alat bukti karena di mata hukum semua harus memiliki bukti. Kami apresiasi jika rekan-rekan datang dan memberikan suport bagi kami,” katanya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang NTT Fair
Previous Article899 Atlet di NTT Ikut Popda
Next Article Tahun 2020, Pemprov NTT Dorong Desa Destinasi

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.