Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Langa Youth Day Tampilkan Khazanah Adat
Seni dan Budaya

Langa Youth Day Tampilkan Khazanah Adat

By Redaksi26 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta Langa Youth Day dijemput dengan tarian Ja'i
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Ajang Langa Youth Day atau Hari Kaum Muda Langa menampilkan khazanah adat istiadat dan kebudayaan setempat.

Ajang ini akan berlangsung lima hari ke depan pada 26-30 Juni 2019, setelah sebelumnya menggelar kegiatan Hari Anak Maria selama empat hari di wilayah Boradho, Desa Bomari, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Kini Langa Youth Day kembali digelar dengan mengusung tema “Peran Generasi Milenial Katolik dalam Melestarikan Khazanah Adat Istiadat dan Kebudayaan Langa”.

Kegiatan itu dihadiri sebanyak 657 peserta orang muda dari 7 wilayah rohani paroki Maroa Ratu Semesta Alam Langa.

Peserta berasal dari lima desa yakni Bela, Beja, Boradho, Langagedha, Bomari, Borani dan Wolokoro. Mereka akan berproses selama lima hari di wilayah rohani Beja.

Ini untuk yang ke enam kalinya ajang Langa Youth Day. Kegiatan, didanai secara swadaya oleh orang muda dan sumbangan dari masyarakat sekitarnya.

Selama lima hari, akan diisi dengan materi-materi di antaranya; Ketahanan Nasional, Kesehatan Reproduksi, Kewirausahaan, dan Pengenalan Budaya Langa.

Selain itu, ada juga lomba-lomba seperti Ja’i Kreasi, Paduan Suara,  Pop Singer, Kuis Kitab Suci, Mazmur, dan Voli Putra Putri.

Ketua Panitia Langa Youth Day Filemon Dopo Wago mengatakan, saat pembukaan kegiatan seluruh peserta akan diterima dengan seremonial adat Langa, kemudian “meghe” (tradisi makan bersama orang Ngada).

Emon, sapaan akrab Filemon Dopo Wago,  mengatakan seluruh rangkaian Langa Youth Day tidak terlepas dari dukungan dari orang tua di Kampung Beja secara khusus dan Langa umumnya.

Ketua Panitia Langa Youth Day, Filemon Dopo Wago

Dia berharap agar Langa Youth Day bisa membawa pembaharuan bagi orang muda di Langa.

Kepala Desa Beja Yohanes Sawu di sela sela acara pembukaan, Rabu (26/06), mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan orang muda ini.

Sebab, kata dia, sebagai regenerasi masyarakat desa Beja ada di pundak kaum muda.

“Kami masyarakat Desa Beja sangat mendukung kegiatan ini karena ini merupakan pembelajaran bagi kaum muda untuk menjadi pribadi yang lebih luar biasa,” katanya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Langa Youth Day Ngada
Previous ArticlePemda Ende dan Syahbandar “Saling Serang”, PT ORKA Enggan Komentar ke Media
Next Article Infografik: Potensi Desa di NTT

Related Posts

PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Kasus Kematian YBS

15 Februari 2026

Satu Lagi Warga Ngada Meninggal Akibat Bunuh Diri

13 Februari 2026

Polres Ngada Diminta Tak Buru-buru SP3, Desak Autopsi Forensik Kasus Kematian Siswa SD

12 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.