Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Mengapa Kupang Jadi Dingin? Ternyata Begini Penjelasannya
Regional NTT

Mengapa Kupang Jadi Dingin? Ternyata Begini Penjelasannya

By Redaksi27 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Stasiun Klimetologi Kupang, Apolinaris S. Geru Saat diwawancarai VoxNtt. com di ruang kerjanya, Kamis 27 Juni 2019 (Foto : Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Kepala Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris S. Geru menjelaskan perubahaan suhu dingin yang melanda sebagian wilayah NTT khususnya Kota Kupang.

Kota yang terkenal dengan iklim panas sehingga kerap disebut Kota Karang ini, mulai mengalami musim dingin selama dua minggu terakhir.

Menurut Geru, salah satu faktor Kota Kupang berubah jadi dingin adalah angin monsun Australia yang bersifat kering dan dingin.

Monsun kata dia, selain menyebabkan musim kemarau juga mengakibatkan suhu udara dingin.

“Ini juga mempengaruhi atmosfer di permukaan wilayah NTT sedikit terasa sejuk dan dingin dari yang biasa kita rasakan saat ini, ” ungkap Geru kepada Voxntt.Com, di ruang kerjanya, Kamis (27/6/2019) pagi.

Kondisi ini kata Geru, bisa berlangsung sampai dengan bulan Agustus 2019.

Perubahaan iklim ini, lanjutnya, merupakan fenomena biasa dan normal terjadi.

“Jadi, bukan hal baru atau langka tetapi sudah normal begitu. Tidak ada hal-hal yang luar biasa tetapi suatu hal yang lazim terjadi, ” jelasnya.

Ia mengatakan secara klimatologis untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) suhu udara mengalami penurunan atau lebih dingin.

Penurunan suhu udara itu terjadi karena saat ini kondisi dinamis atmosfir dipengaruhi oleh adanya masa udara dingin dan kering dari benua Australia.

Desakan aliran udara kering dan dingin dari Australia inilah yang menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih dingin, terutama pada malam hari.

“Nah, musim ini yang berdampak pada sebagian besar wilayah di Nusa Tenggara Timur dan juga bersamaan dengan memasuki puncak musim kemarau,” jelasnya.

Lanjut dia, selain Kupang, Kota Ruteng dari beberapa hari belakangan ini terutama pada tanggal 15 Juni suhu minimumnya menembus 9,2 derajat celcius sehingga terasa sangat dingin. Sementara di tempat lainnya di NTT itu masih dalam kisaran 22- 25 derajat celcius.

Geru menuturkan, untuk Kota Kupang suhunya berkisar antara 22-25 derajat celcius. Normalnya berada di 27 darajat celcius.

“Ini kalau turun sekitar 2,3 ret maka kita sudah rasa bahwa itu lebih sejuk atau lebih dingin dari biasanya, ” tuturnya.

Ia melanjutkan suhu udara kembali stabil saat memasuki bulan September nanti.

“Jadi, untuk bulan Juni, Juli, dan Agustus untuk di Kota Kupang sekitarnya suhu minimum sekitar 22 -25 derajat celcius. Dan bulan September dia mulai berangsur-angsur mulai ke biasa 26-28 derajat celcius, ” ungkap Apolinaris.

Penulis : Tarsi Salmon

Editor :Irvan K

BMKG Kota Kupang
Previous ArticleGeliat Ekonomi Desa di NTT Meningkat, 55 Desa Ekspor Produk Unggulan
Next Article Gunung di Nagekeo Selalu Terbakar Saat Musim Kemarau

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.