Kepala Stasiun Klimetologi Kupang, Apolinaris S. Geru Saat diwawancarai VoxNtt. com di ruang kerjanya, Kamis 27 Juni 2019 (Foto : Tarsi Salmon/Vox NTT)

Kupang, Vox NTT – Kepala Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris S. Geru menjelaskan perubahaan suhu dingin yang melanda sebagian wilayah NTT khususnya Kota Kupang.

Kota yang terkenal dengan iklim panas sehingga kerap disebut Kota Karang ini, mulai mengalami musim dingin selama dua minggu terakhir.

Menurut Geru, salah satu faktor Kota Kupang berubah jadi dingin adalah angin monsun Australia yang bersifat kering dan dingin.

Monsun kata dia, selain menyebabkan musim kemarau juga mengakibatkan suhu udara dingin.

“Ini juga mempengaruhi atmosfer di permukaan wilayah NTT sedikit terasa sejuk dan dingin dari yang biasa kita rasakan saat ini, ” ungkap Geru kepada Voxntt.Com, di ruang kerjanya, Kamis (27/6/2019) pagi.

Kondisi ini kata Geru, bisa berlangsung sampai dengan bulan Agustus 2019.

Perubahaan iklim ini, lanjutnya, merupakan fenomena biasa dan normal terjadi.

“Jadi, bukan hal baru atau langka tetapi sudah normal begitu. Tidak ada hal-hal yang luar biasa tetapi suatu hal yang lazim terjadi, ” jelasnya.

Ia mengatakan secara klimatologis untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) suhu udara mengalami penurunan atau lebih dingin.

Penurunan suhu udara itu terjadi karena saat ini kondisi dinamis atmosfir dipengaruhi oleh adanya masa udara dingin dan kering dari benua Australia.

Desakan aliran udara kering dan dingin dari Australia inilah yang menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih dingin, terutama pada malam hari.

“Nah, musim ini yang berdampak pada sebagian besar wilayah di Nusa Tenggara Timur dan juga bersamaan dengan memasuki puncak musim kemarau,” jelasnya.

Lanjut dia, selain Kupang, Kota Ruteng dari beberapa hari belakangan ini terutama pada tanggal 15 Juni suhu minimumnya menembus 9,2 derajat celcius sehingga terasa sangat dingin. Sementara di tempat lainnya di NTT itu masih dalam kisaran 22- 25 derajat celcius.

Geru menuturkan, untuk Kota Kupang suhunya berkisar antara 22-25 derajat celcius. Normalnya berada di 27 darajat celcius.

“Ini kalau turun sekitar 2,3 ret maka kita sudah rasa bahwa itu lebih sejuk atau lebih dingin dari biasanya, ” tuturnya.

Ia melanjutkan suhu udara kembali stabil saat memasuki bulan September nanti.

“Jadi, untuk bulan Juni, Juli, dan Agustus untuk di Kota Kupang sekitarnya suhu minimum sekitar 22 -25 derajat celcius. Dan bulan September dia mulai berangsur-angsur mulai ke biasa 26-28 derajat celcius, ” ungkap Apolinaris.

Penulis : Tarsi Salmon

Editor :Irvan K