Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kapan Bantuan 10 Unit Rumah untuk Korban Longsor Mabar Direalisasi?
Regional NTT

Kapan Bantuan 10 Unit Rumah untuk Korban Longsor Mabar Direalisasi?

By Redaksi22 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu model hunian sementara yang ada di Kampung Culu (Foto Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) belum merealisasikan bantuan 10 unit rumah layak huni bagi 10 Kepala Keluarga (KK) korban longsor di Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling.

Hingga kini, 10 KK korban longsor masih tinggal di hunian sementara. Hunian tersebut hanya berukuran 3×3 meter.

Kepala Desa Tondong Belang Fransiskus S Vedi saat dihubungi VoxNtt.com Minggu (21/7/2019) membenarkan hal tersebut.

Bantuan rumah itu kata dia, dijanjikan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Manggarai Barat.

“Mereka janji realisasinya 2 sampai 3 bulan. Tapi sampai sekarang belum juga direalisasikan,”ungkap Fransiskus.

Fransiskus menjelaskan beberapa kali dirinya pergi menanyai pihak Dinas Perumahan Rakyat. Namun tak kunjung membuahkan hasil.

Saat ini kata dia, masyarakat bertanya-tanya kepada dirinya mengapa janji bantuan rumah tersebut belum direalisasi.

Selain Pemda, lanjut Fransiskus, bantuan rumah juga ditawarkan oleh Bank BNI melalui Badan Keuangan Daerah.

“Saya juga tanya sama kepala Badan Keuangan, jawabannya belum juga,”ungkapnya.

Fransiskus berharap agar pembanguanan 10 unit rumah layak huni itu dapat direalisasi secepatanya.

“Kalau belum bangun, beri penjelasan secara jelas. Dan kalau mau dibangun kapan itu dibangun, supaya masyarakat ada harapan yang jelas,”pinta Fransiskus.

Sebelumnya Desa Tondong Belang pernah membantu material berupa sink 30 lembar dan semen 20 sak untuk menambah panjang hunian sementara.

Hingga kini kata Fransiskus, pemerintah desa belum melakukan intervensi bantuan. Pasalnya, ia selaku kepala desa tidak mau ada tumpang tindih bantuan.

Untuk diketahui 6 hunian sementara berada di Kampung Culu, sedangkan 4 yang lainnya berada di Cekonobo.

Penulis: Sello Jome

Editor: Irvan K

Bencana Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleResmi Ditetapkan KPU, Ini Daftar 35 DPRD Manggarai Terpilih
Next Article Di Ende, Caleg PDIP Peraih Suara Terbanyak Dibatalkan KPU

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.