Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Kementerian Agama RI Pantau PMB STAKN Kupang
MAHASISWA

Kementerian Agama RI Pantau PMB STAKN Kupang

By Redaksi25 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI, Yan Kristianus Kadang, saat memantau langsung ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang, NTT. Senin 22 Juli 2019 (Foto: Eby)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Sekretaris Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI, Yan Kristianus Kadang, memantau langsung ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ujian selama dua hari terhitung sejak tanggal 22 sampai 23 Juli 2019 itu berlangsung di kampus STAKN Kupang, Kelurahan Naimata, Kota Kupang.

Jumlah calon mahasiswa yang mengikuti ujian berjumlah 441 orang. Mereka berasal dari jalur pendaftaran secara online.

Pada kunjungan tersebut, Yan Kristianus Kadang  didampingi langsung oleh Ketua STAKN Kupang,  Harun Natonis.

Sebelum memantau ujian, Yan diberi kesempatan menjadi Inspektur Upacara, pada apel pagi, Senin (22/07/2019), sekaligus memberi arahan untuk PNS di lingkungan STAKN Kupang.

Usai memantau pelaksanaan ujian PMB itu, Yan menyampaikan harapannya agar semua yang mengikuti ujian bisa lulus sesuai target -great yang ditetapkan.

Ia berharap agar mahasiswa yang lulus nanti sekaligus menjadi angkatan pertama Institut Agama Kristen Negeri Kupang.

“Kami berharap semuanya terbiasa dengan pola yang ditetapkan dan semuanya bisa lulus sebagai generasi baru yang siap membangun NTT,” harapnya.

Yan mengatakan, perjuangan untuk  alih status STAKN Kupang menjadi institut sudah dilakukan, terutama proses sesuai apa yang disyaratkan.

Meski masih dalam keterbatasan kata dia, namun sesuai tuntutan masyarakat, maka alih status STAKN Kupang menjadi institut tetap harus dilakukan.

“Kalau pun ada yang kurang, tapi ini kan masih dalam proses pembenahan agar benar-benar sesuai dengan target yang diharapkan. Dan STAKN Kupang sedang bertransformasi menjadi Institut,” ungkap Yan.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan para Dosen STAKN Kupang agar memahami kapasitasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Karena menurutnya, penyakit ASN adalah kurang disiplin dan asal masuk kantor saja, tanpa memahami secara benar tentang apa yang harus dikerjakan.

“Ke depan kita akan dorong agar para dosen yang berstatus PNS agar bisa melaksanakan tanggung jawabnya sebagai ASN,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar dari aspek komunikasi di tubuh STAKN Kupang harus lebih ditingkatkan.

Itu antara Ketua dan Pejabat di STAKN Kupang agar lebih intens membangun komunikasi untuk kepentingan pembenahan organisasi.

“Saling kritik dan saling mengingatkan bileh saja jalan asal bukan kritik yang mrnjatuhkan, tetapi untuk perbaikan organisasi itu wajar untuk dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua STKN Kupang, Harun Natonis pada kesempatan itu mengapresiasi kunjungan Sekretaris Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI itu di STAKN Kupang.

Menurutnya, kunjungan tersebut adalah bagian dari berkat Tuhan.

“Saya katakan demikian, karena beliau merupakan eksekutor dari semua kebijakan STAKN Kupang lewat Direktorat Bimas Kristen Kementerian Agama RI,” ungkap Harun.

Menurut Harun, kehadiran Sekretaris Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI itu untuk melihat STAKN Kupang sangat menolong.

Apalagi kata dia, bisa melihat langsung dari sisi fasilitas yang tersedia. Di samping itu, hal yang tak kalah penting adalah semangat yang ada di lingkungan STAKN Kupang.

“Kita mendapat motivasi untuk bisa lebih berkembang dengan kerja sama semua pihak di STAKN Kupang,” pungkas Harun.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

 

Kota Kupang
Previous ArticleTerlilit Masalah, Kades Kabuna Tak Diberi Rekomendasi
Next Article Selain Mikhael Badeoda, Ini Tiga Nama yang Diusul Demokrat Jadi Wabup Ende

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.