Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Festival Danau Kelimutu, Pemkab Ende Adakan Rakor Tiga Batu Tungku
Seni dan Budaya

Festival Danau Kelimutu, Pemkab Ende Adakan Rakor Tiga Batu Tungku

By Redaksi12 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pelaksana tugas Bupati Ende Djafar H. Achmad menjelaskan tujuan Rakor Adat bersama pada Mosalaki (tokoh adat) pada 12 Agustus 2019 di Museum Tenun Ikat Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Tercatat sudah enam kali sejak tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Ende mengadakan rapat koordinasi (Rakor) tiga batu tungku dari tiga unsur yakni Pemerintah, Tokoh Adat (Mosalaki) dan Tokoh Agama.

Rakor tiga batu tungku ini digelar pada setiap kali acara Festival Sepekan Danau Kelimutu.

Sebab, rakor tersebut merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Ende dengan tujuan untuk menyamakan persepsi serta bersinergi membangun Ende bersama para tokoh.

Disaksikan VoxNtt.com, rakor adat bersama para tokoh adat se-Kabupaten Ende kali ini, Senin (12/08/2019), dipimpin langsung oleh pelaksana tugas (Plt) Bupati Ende Djafar H. Achmad.

Rakor yang kerap digelar di halaman Museum Tenun Ikat, baru pertama ia pimpin setelah Bupati Ende Marsel Petu meninggal dunia pada 26 Mei 2019 lalu.

Di hadapan awak media, Djafar menyatakan rakor tersebut tak lengkap dengan ketiadaan Marsel Petu.

Acara taka kamba (bantai kerbau) sebagai ritual pembuka rakor adat tersebut (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

“Terus terang saja, rasanya kurang lengkap kalau beliau (alm Marsel Petu) tidak ada. Tapi, saya bertanggung jawab semua kegiatan ini,” ucap Djafar usai upacara adat Taka Kamba (pembantaian kerbau).

Paparkan Program

Dalam rakor adat ini, kata Djafar, pemerintah menyampaikan program kerja selama lima tahun. Tujuan rakor ialah agar semua saling mengisi dan bersinergi serta kebersamaan pemerintah dan para mosalaki dalam proses pembangunan.

“Dalam rakor itu seperti penyampaian RPJM Pemerintah periode 2019-2024 terhadap para tokoh ini. Pada prinsipnya, dalam rakor tersebut untuk saling sinergi dan bersama-sama,” katanya.

Ia menegaskan untuk rakor berikutnya akan diperluas dengan menghadirkan pengusaha. Hal ini untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Ende dengan melibatkan para pemangku atau tokoh-tokoh.

“Jadi, diharapkan semua komponen bersama dengan pemerintah membangun daerah ini,” ucap Djafar.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Festival Kelimutu
Previous ArticleKabur dari Soe, Dua Pencuri Motor Ditangkap di Kefa Saat Kehabisan Bensin
Next Article Seorang Nenek di Perbatasan RI-RDTL Tewas Tersengat Listrik

Related Posts

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

PLN Sigap Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Flores Barat

27 Januari 2026

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.