Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Forum Pemuda NTT Kritik Kampus dan Organisasi Mahasiswa yang “Masih Tidur”
MAHASISWA

Forum Pemuda NTT Kritik Kampus dan Organisasi Mahasiswa yang “Masih Tidur”

By Redaksi24 September 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi demonstrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengkritisi kampus dan organisasi mahasiswa di daerah itu yang terkesan ”masih tidur”.

Pernyataan Forum Pemuda NTT ini terkait begitu banyak persoalan Negara yang sedang dihadapkan di depan mata, salah satunya terkait revisi UU KPK.

Ketua Forum Pemuda NTT, Agustinus Budi Utomo Gilo Roma mengajak seluruh pemuda, mahasiswa dan rakyat untuk berjuang bersama. Itu untuk membangkitkan kesadaran kritis.

“Hari ini kita melihat gerakan kaum intelektual semakin progres dengan mengkritisi kebijakan pemerintah,” ungkap Bedi Roma kepada VoxNtt.com, Selasa (24/09/2019).

Menurut dia, ada begitu banyak persoalan Negara yang Sedang dihadapkan di depan mata. Itu mulai dari persoalan Papua, revisi Undang-undang KPK, BPJS, Kebakaram hutan di Riau sampai pada RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Akumulasi dari rentetan persoalan ini adalah tamparan bagi semua rakyat Indonesia,” tegas mantan Ketua PMKRI Cabang Kupang itu.

Oleh karenanya kata dia, Forum Pemuda NTT mengajak seluruh anak-anak muda di provinsi itu untuk berdiri bersama rakyat guna mengambil sikap tegas dalam menanggapi persoalan-persoalan Nasional tersebut.

Ia juga meminta kepada pihak-pihak kampus agar memperbolehkan mahasiswanya untuk bergerak sebagai bentuk demokratisasi dengan kajian – kajian ilmiahnya.

“Ini persolan Nasional, kampus di NTT belum bersikap sedikitpun. Membuat diskusi atau seminar yang kadarnya ilmiah juga tidak. Lalu kontribusi kampus-kampus di NTT atas persoalan yang dihadapi Negara apa? Kita paham otonomi kampus memang memberikan kewenangan penuh bagi kampus untuk mengatur rumah tangganya sendiri, ” ujarnya.

Namun tegas dia, dalam berdemokrasi mestinya kampus menjadi laboratoriumnya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak semua elemen dan ormas, bergerak bersama untuk berjuang menyuarakan persoalan bangsa.

“Tidak sendiri-sendiri berjuangnya. Menghadapi persoalan besar bernegara ini kita butuh energi persatuan. Persatuan untuk membangun komitmen guna kebaikan Negara,” tegas mantan Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Cabang Kupang dua periode itu.

Hari ini tegas dia, mahasiswa NTT tidak bedanya dengan pohon yang tumbuh tapi tidak menghasilkan buah-buah dalam berdemokrasi.

“Saya melihat kampus di NTT seperti mati dalam hidup. Kampus tidak harus berdemonstrasi, tapi minimal membuat kajian ilmiah terkait persoalan- persoalan Nasional sehingga wajah dunia akademik di NTT tidak dinilai seolah-olah mengekang mahasiswa untuk bergerak, ” tegas dia.

“Sebagai alumni kampus saya merasa kampus dan ormas-ormas mesti bersama-sama berjuang juga tidak bisa sendiri-sendiri harus bangun persatuan secara utuh,” tambah alumnus Undana Kupang itu.

Forum Pemuda NTT lanjut dia, meminta semua kaum muda untuk berpikir kritis tidak menjadi milenial yang kosong tanpa kontribusi terhadap peradaban politik dan demokrasi di Indonesia.

“Kita sedih lihat Kampus-kampus di NTT,” tutup Bedi.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Forum Pemuda NTT Kota Kupang
Previous ArticleKetua DPRD Mabar Minta Pembangunan Marina Harus Taat Aturan
Next Article Para Filsuf dan Teolog Harus Rebut Ruang Publik

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.