Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Empat Pekerja Migran Tujuan Turki Dipulangkan ke Ende
Human Trafficking NTT

Empat Pekerja Migran Tujuan Turki Dipulangkan ke Ende

By Redaksi27 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pekerja migran tujuan Turki saat berada di Kantor Dinas Nakertrans Ende untuk diambil keterangan (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) berhasil membatalkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur tujuan Negara Turki.

Keempatnya masing-masing MFB (20) dan AB (20) warga Desa Mausambi Kecamatan Maurole. Kemudian, SR (20) dan TYK (18) warga Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan. Keempatnya dipulangkan ke Ende karena tidak memiliki dokumen resmi.

“Ia, mereka tujuan ke Negara Turki. Tapi tidak memiliki dokumen lengkap. BNP2TKI lalu memulangkan mereka ke Ende,” ungkap Kepala Bidang BP2TK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ende Yosefa A.P. Dewi saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (26/09/2019) sore.

Dewi menyebut keempat pekerja tersebut benar-benar tidak memiliki dokumen resmi sebagaimana lazimnya PMI. Mereka hanya mengantongi KTP masing-masing.

Keempat pekerja tersebut terbang ke Jakarta pada tanggal 14 dan 17 Juli 2019. Mereka berencana bekerja di Negara Turki setelah dihubungi keluarga yang saat ini bekerja di Syuriah.

Di Jakarta, jelas Dewi, para pekerja tersebut diterima oleh seseorang yang bernama Nur. Ia bertugas untuk memfasilitasi keempat PMI tersebut menuju ke Turki.

“Mereka ditawarkan untuk bekerja, ya mereka mau. Nah, kalau begitu bagaimana caranya, mereka menghubungi yang namanya Agnes orang Bheramari yang lagi ada di Syuriah,” kata Dewi.

Keempat pekerja tersebut akhirnya diketahui tanpa dokumen oleh BNP2TKI selama berada di Jakarta. Mereka kemudian dikirim pulang ke Ende.

Dewi menjelaskan, keempatnya diambil keterangan di Polres Ende sebelum dipulangkan ke keluarga masing-masing.

“Tidak direkrut oleh perusahan. Mereka berjalan sendiri hanya diketahui non prosedural. Kemarin waktu penerimaan didampingi oleh Pokja Ende dari Polres, Dinsos, Truk-F dan Yayasan Peduli Kasih,” terang Dewi terpisah.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Human Trafficking
Previous ArticleWarga Perbatasan: Festival Wonderful Indonesia Hanya Buang-buang Anggaran
Next Article Daftar Melalui JKN Mobile Mudah dan Praktis

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026
Terkini

Gempa Beruntun Guncang Flores, DPRD Desak Pemkab Manggarai Percepat Bantuan Darurat

20 Agustus 2026

Menjangkau yang Belum Tersentuh, BKH-Stevi Harman Salurkan Ratusan Paket Sembako di Kecamatan Rahong Utara

20 Agustus 2026

Kementan Janji Perbaiki Sawah dan Irigasi di Flores yang Rusak Akibat Gempa

20 Agustus 2026

Solidaritas Penyintas Gempa Nagekeo Mulai Renggang, Masalah Pengungsian Makin Kompleks

20 Agustus 2026

Pemuda 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Dekat Tenda Pengungsian Pascagempa Nagekeo

20 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.