Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Ini Penjelasan Dinkes dan Kepolisian Terkait Dugaan Keracunan Bubur Ayam di SoE
HUKUM DAN KEAMANAN

Ini Penjelasan Dinkes dan Kepolisian Terkait Dugaan Keracunan Bubur Ayam di SoE

By Redaksi14 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dokter Eirene Ate. (Foto: Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT- Sebanyak 14 warga pada Minggu (13/10/2019) siang, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Warga Kota SoE ini mengalami muntah-muntah setelah menyantap jajanan bubur ayam keliling milik Supranoto.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dokter Eirene Ate mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sampel bubur ayam milik Supranoto ke Balai Pengawasan Obat dan Makanana (BPOM) Kupang untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Dinas sudah kirim sampel bubur ayam ke Balai POM Kupang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dokter Eirene yang dikonfirmasi VoxNtt.com, Senin (14/10/2019).

Hingga saat ini, jelas dokter Eirene, pihaknya belum memastikan zat berbahaya jenis apa yang terkandung dalam bubur ayam tersebut.

“Kita belum tahu pasti. Zat jenis apa yang terkandung di dalam bubur ayam. Kita tunggu hasil penelitian Balai POM Kupang,” katanya.

Pihak Dinkes TTS, jelasnya, pasca peristiwa ini mengimbau masyarakat agar tidak mengkonsumsi jajanan secara sembarangan.

Pasalnya menurut dokter Eirene, di musim panas seperti sekarang ini masyarakat banyak yang mengalami kekurangan air.

“Kalau masak dengan memakai air yang tidak higienis maka akibatnya bisa sakit perut, mual, muntah, menceret dan lain-lain,” tandasnya.

Kepada para penjual jajanan, Eirene juga meminta agar memastikan jika air yang dipakai adalah layak konsumsi.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari yang dikonfirmasi secara terpisah, mengatakan pihaknya sementara ini menahan Supranoto, penjual bubur ayam keliling untuk dimintai keterangan.

“Pihak Kepolisian juga sementara menunggu uji laboratorium untuk memastikan apakah bubur ayam mengandung zat beracun atau tidak,” jelas Jamari.

Dalam proses interogasi, terang dia, Supranoto mengaku, jika dua puluhan mangkok habis terjual pada Minggu (13/10/2019).

Untuk diketahui, 14 warga Kota SoE yang diduga mengalami keracunan itu yakni, Zahira Najwa (7), Aerilyn Belvania (4), Angelita Longa (15), Donita Tanesib (27), dan Rifka Teodorus (25).

Selain itu ada Sofiati Paoh (60), Samuel Longa (9), Muh Yusuf (4), Dina Sofian (26), Aprilio Taek (3), Amanda Fadilah (12), Fety Anin (22), Rifky Theodoris dan Dimas Aditya (14).

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

Dinkes TTS Polres TTS TTS
Previous ArticlePilkada 2020, Hanura NTT Bakal Prioritaskan Kader Sendiri
Next Article KIP Pusat: Informasi Publik Harus Terbuka

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026

Kejati NTT Usut Dugaan Korupsi Proyek Insinerator Rp 5,6 Miliar, ASN DLHK Diperiksa

26 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.