Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Bupati Malaka: Pasangan yang Ingin Menikah Mulai Mendiskusikan Stunting
KESEHATAN

Bupati Malaka: Pasangan yang Ingin Menikah Mulai Mendiskusikan Stunting

By Redaksi22 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran memberikan ilmu tentang Stunting kepada para ketua l pengelola PAUD se-Kabupaten Malaka, Selasa (22/10) di Aula SMA Fajar Timur Kobalima
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran mengajak kaum muda yang ingin menikah untuk mulai mendiskusikan bahaya stunting bagi anak.

Menurut Stef, selama ini strategi mengatasi stunting hanya fokus pada hilir bukan pada hulu masalah.

“Artinya bicara stunting itu harus dimulai sejak 2 orang anak manusia berkenalan dan ingin membentuk kehidupan rumah tangga. Saat itulah bicara tentang stunting, bukan setelah anak lahir dan sudah besar,” kata mantan Kadis Kesehatan NTT ini saat memberikan materi kepada para ketua l pengelola PAUD se-Kabupaten Malaka, Selasa (22/10) di Aula SMA Fajar Timur Kobalima.

Kegiatan ini bertemakan Sosialisasi Pendidikan Keluarga pada 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Malaka tahun 2019.

Dokter senior di Propinsi NTT ini juga menegaskan, bicara tentang stunting berarti bicara tentang manusia yang dibentuk 4 hal yakni keturunan (genetika), lingkungan di mana dia berada, perilaku dan pelayanan kesehatan.

“Sering saya katakan di mana-mana, bahwa 4 hal ini harus selalu menjadi fokus perhatian sehingga kita mendapatkan generasi dan masa depan yang berkualitas,” ungkapnya.

Karena itu, ia menyarankan agar keluarga dan lingkungan turut berpartisipasi dalam mencegah stunting di kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste tersebut.

“Keluarga sebagai sel pertama dan utama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan harus menjadi ujung tombak dalam menurunkan angka stunting. Dengan demikian kita mendapatkan generasi yang benar-benar berkualitas demi kemajuan bagsa dan daerah ini,” katanya lagi.

Pantauan voxntt.com, kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Bupati, Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Desa, Dharma Wanita Persatuan, Pimpinan Perangkat Daerah dan undangan lainnnya.

Penulis: Frido Raebesi

Editor: Irvan K

Malaka Stef Bria Seran
Previous ArticlePemkab Matim Bangun Jalan, Mangrove Digusur
Next Article Alat Kelengkapan DPRD Malaka Terbentuk

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.