Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»HIPMMATIM Kupang Menuju Organisasi Mahasiwa yang Peka Terhadap Perubahan Zaman
MAHASISWA

HIPMMATIM Kupang Menuju Organisasi Mahasiwa yang Peka Terhadap Perubahan Zaman

By Redaksi22 Oktober 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Badan pengurus baru Hipmmatim Kupang berpose bersama usai acara pelantikan di Aula Lamanen, jalan Adisucipto Penfui-Kupang, 19 Oktober 2019
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Badan Pengurus (BP) Himpunan Pelajar Mahasiswa  Manggarai Timur (HIPMMATIM) Kupang periode tahun 2019-2020 dilantik pada Sabtu, 19 Oktober 2019.

Badan Pengurus baru ini dilantik oleh Irvan Kurniawan mewakili Dewan Penasihat dan Pembina Hipmmatim di Aula Lamanen, jalan Adisucipto Penfui, Kota Kupang.

Afgan Saputra, Ketua terdemisioner dalam sambutannya menyampaikan terima kasih bagi semua pengurus di massa kepengurusannya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada dewan penasihat dan orang tua berasal dari Matim. Banyak dinamika di Hipmmatim.
Saya mewakili BP periode 2018/2019 ucapkan terima kasih”, tuturnya di hadapan ratusan mahasiswa asal Manggarai Timur yang mengikuti acara tersebut.

Sementara Jefry Nyoman, ketua terlantik, dalam sambutannya berjanji akan membawa Hipmmatim menuju era baru dengan ciri khas pengkaderan yang sesuai dengan era revolusi industri 4.0.

Menurut Jefry, organisasi mahasiswa khususnya Hipmmatim harus menjadi organisasi yang peka dengan perkembangan zaman serta menggunakan pendekatan-pendekatan baru yang lebih relevan dengan konteks saat ini.

“Jika kita tidak berubah, maka sistem pengkaderan organisasi akan mubazir dan hasilnya tidak mampu menjawabi tantangan revolusi industri 4.0,” tuturnya.

Jefri menyebut, salah satu tantangan ke depan ialah bagaimana melahirkan kader mampu berpikir kritis-analitis serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pengembangan diri dan organisasi.

Salah satu cara yang akan digunakan Hipmmatim ialah dengan membentuk Hipmmatim Study Club (HSC).

Lewat HSC anggota Hipmmatim akan mengadakan kajian dan diskusi seputar tantangan perubahan serta menelaah berbagai permasalahan seputar NTT serta dinamika perubahan sosial, budaya dan politik di Manggarai Timur.

Ia juga menegaskan, sebagai organiasi yang berasaskan kekeluargaan, Hipmmatim ke depan akan fokus pada penanaman nilai-nilai lokal atau kebajikan lokal. Salah satu spirit nilai lokal yang bakal dikembangkan ialah Lonto Leok Manggarai.

Budaya ini menurutnya masih relevan di mana setiap kader diperbiasakan untuk musyawarah-mufakat dalam mengambil keputusan.

“Saya tidak berdiri sendiri. Forum lonto leok melahirkan banyak keputusan bersama dalam menjalankan roda organisasi “, ujar Jefry.

Sementara Rio Banta, Ketua DPC GMNI Kupang, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa pelantikan HIPMMATIM tidak hanya sekadar sumpah.  Menurutnya, sebuah organisasi harus militan dalam berpikir maupun bertindak.

Jefri Nyoman, ketua Hipmmatim Kupang

Karena itu ia berharap Hipmmatim dapat mengembalikan spirit militansi para senior yang terdahulu sehingga organisasi kemahasiswaan ini punya posisi tawar dalam advokasi kebijakan di NTT dan Manggarai Timur khususnya.

Mewakili dewan pembina dan penasihat, Irvan Kurniawan, mengatakan HIPMMATIM mesti menjadi organisasi yang mampu menjawabi tuntutan zaman.

Menurut Irvan, ada tiga tipe mahasiswa di masa ini. Pertama, mahasiswa yang sedikit tahu dan tidak tahu bagaimana mengatasi ketidaktahuannya. Mantan ketua Hipmmatim ini menyebutnya mahasiwa dungu.

Kedua, mahasiswa yang tahu banyak tapi bingung sektor mana yang menjadi fokus pengembangan ilmu maupun pengembangan dirinya. Mahasiswa tersebut disebut sebagai mahasiswa yang mengalami disorientasi.

Ketiga, mahasiswa yang tahu sedikit tapi ia tahu bagaimana mengembangkan pengetahuannya tersebut untuk perubahaan maupun tujuan-tujuan hidupnya. Menurut Irvan, mahasiswa seperti inilah yang bakal sukses di masa depan.

“Penemu-penemu teknologi itu salah satu contohnya. Mereka tidak tahu banyak ilmu tapi mereka fokus dengan apa yang mereka tahu dan menggunakan ilmu tersebut untuk menggapai imajinasi dan mimpi mereka,” tutur pemimpin redaksi VoxNtt.com ini.

Selain itu Irvan juga mendukung gagasan Jefri untuk mengadakan kelompok diskusi Hipmmatim. Menurutnya, diskusi merupakan literasi dasar agar mahasiswa mampu berpikir kritis dan analitik.

Penulis: Ronis Natom

Editor; Boni J

Hipmmatim Kupang Kota Kupang
Previous ArticleKejari TTU Resmi Limpahkan Kasus Dugaan Korupsi Embung Nimasi ke PN Tipikor Kupang
Next Article Peduli Pendidikan Anak, Pemdes Watu Lanur Bangun PAUD

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.