Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Anggota DPRD Belu Angkat Bicara Soal Pekerjaan Jalan Sonis-Laloran
NTT NEWS

Anggota DPRD Belu Angkat Bicara Soal Pekerjaan Jalan Sonis-Laloran

By Redaksi5 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para tukang yang tidak dilengkapi dengan peralatan K3 sementara mengerjakan saluran drainase ruas jalan Sonis-Laloran (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Anggota DPRD Belu dari daerah pemilihan IV, Aprianus Hale angkat bicara mengenai pengerjaan jalan dan saluran drainase di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat.

Aprianus angkat bicara karena diduga pengerjaan jalan itu terbengkalai dan terancam tidak akan selesai sesuai waktu yang ada dalam kontrak.

Selain itu, ada dugaan pemotongan volume bagi tujuh kelompok pekerja.

Baca Juga: Pekerjaan Jalan Sonis-Laloran Diduga Terbengkalai

Politisi NasDem ini kemudian meminta agar para pekerja mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu.

“Bila terdapat pelanggaran dalam pelaksanaan kerja seperti pemberlakuan tenaga kerja tidak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan, maka saya harap agar para pekerja melaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan sehingga mendapat perlindungan hukum,” tegasnya, Senin (04/11/2019).

Ia mengatakan, pembangunan jalan di Sonis-Kaloran ada karena kebutuhan masyarakat. Sebab itu harus dikerjakan sampai tuntas. Kualitas pekerjaannya pun harus diutamakan, sebab telah menelan anggaran miliaran rupiah.

“Terkait jangka waktu kerja yang hampir habis namun pekerjaan belum sampai 50%, maka bagi saya ini harus segera dituntaskan sesuai dengan waktu kerja, dan dalam waktu dekat saya akan turun ke lokasi untuk melihat lebih jelas dan mengetahui lebih jauh akan hambatan-hambatan kerja, serta mengawal pekerjaan tersebut agar bisa tuntas dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegas mantan aktivis LMND Kota Kupang ini.

Penegasan senada juga disampaikan Niny Atok, anggota DPR dari Dapil IV. Niny meminta kontraktor agar bertanggung jawab dan tidak asal kerja.

“Jalan itu dekat dengan rumah saya. Saya minta supaya yang mengerjakan jalan itu betul-betul memperhatikan kualitas. Jangan asal jadi karena itu kami semua akan pakai,” tegas anggota DPRD Belu termuda ini.

Ia meminta Dinas terkait agar melalukan pengawasan yang ketat, sehingga kontraktor tidak asal kerja dengan hanya mengejar keuntungan.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Previous ArticleGuru di Mabar, dari Cabuli Siswi 8 Tahun hingga Ancam Membunuh
Next Article Seret Nama Bupati dan Wagub NTT, Tambang di Mausui Ternyata Tak Berizin

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.