Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Semarak Pembangunan Pariwisata, Pemprov NTT Diminta Perhatikan Masyarakat
Ekbis

Semarak Pembangunan Pariwisata, Pemprov NTT Diminta Perhatikan Masyarakat

By Redaksi12 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana rapat kerja antara Komite III DPD RI dengan Pemerintah Provinsi NTT di Kantor Gubernur NTT, Selasa, 12 November 2019 (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hilda Manafe meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk benar-benar memperhatikan masyarakat di tengah semarak pembangunan pariwisata.

Hal itu disampaikan Hilda saat rapat kerja antara Komite III DPD RI dengan Pemerintah Provinsi NTT di Kantor Gubernur NTT, Selasa (12/11/2019).

Dalam rapat tersebut, Komite III DPD RI mengagendakan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Salah satu tujuan Undang-undang pariwisata adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Poin ini harus dijadikan landasan dalam setiap pembagunan sektor pariwisata di NTT,” kata Hilda.

Ia pun meminta agar masyarakat di sekitar obyek-obyek wisata, harus benar-benar merasakan dampak langsung dari kunjungan wisatawan ke daerahnya.

“Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton yang tidak mendapatkan keuntungan ekonomi sama sekali,” tegas senator asal NTT itu.

Hilda mengatakan, Pemerintah Pusat mencanangkan Labuan Bajo, NTT sebagai satu dari obyek wisata unggulan nasional, selain Danau Toba Sumatera Utara, Candi Borobudur Jawa Tengah, Mandalika NusaTenggra Barat.

Program 4 destinasi wisata super prioritas yang dicanangkan Pemerintah itu, pasti akan melahirkan kebijakan-kebijakan baru dalam pengelolaan pariwisata di NTT.

Ia juga meminta agar dalam setiap kebijakan Pemerintah jangan hanya fokus mengejar keuntungan finansial bagi APBN dan APBD semata, tapi juga harus memperhitungkan nasib masyarakat NTT.

“Saya ingin agar semua konsep pembangunan sektor pariwisata melibatkan masyarakat lokal,” ujar Hilda.

Pembangunan infrastruktur misalnya, harus mengoptimalkan sumber daya lokal.

Kemudian juga para pelaku industri pariwisata dan perhotelan, harus mengutamakan masyarakat sekitar.

“Sebab merekalah yang paling berhak untuk mendapatkan keuntungan dari kekayaan alam yang ada di rumah mereka sendiri,” tandasnya.

Hilda meminta masyarakat di sekitar daerah pariwisata mesti berperan aktif. Sehingga mereka bisa menjadikan pariwisata sebagai lapangan kerja yang benar-benar bermanfaat.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleRatusan Boks Lengkap Plug Reefer Beroperasi di Ende, Pelindo: Ekonomi Meningkat
Next Article Ada Bom di Pantai Doreng?

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.