Para calon barista sedang konsen mendengarkan pemaparan materi khusus daru Instrukur Dewaji Coffee Shop dan Yayasan Sahabat Cipta Bandung berkat kerja sama Asosiasi MPIG dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ngada (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
alterntif text

Bajawa, Vox NTT- Asosiasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Georafis (AMPIG) Arabica Flores Bajawa (AFB) menggelar pelatihan barista bagi calon dan pelaku usaha kopi.

Kegiatan tersebut yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Ngada pada 13-16 November 2019 itu mendapat apresiasi dari Ketua DPRD setempat, Bernadinus Dhei Ngebu.

“Pelatihan barista kopi oleh AMPIG dan Dinas Pertanian patut diapresiasi, karena pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi peserta. Barisata bukan profesi yang mudah, butuh pelatihan yang serius dan perlu ada instruktur yang mumpuni,” ungkap Bernadinus

Ia mengatakan para peserta yang mengikuti pelatihan barista adalah orang-orang yang mampu membaca peluang usaha yang sangat luar biasa.

Upaya ini dinilainya sangat mulia dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, khususnya bagi warga Kabupaten Ngada.

“Di Kabupaten Ngada khususnya Kota Bajawa, kedai kopi yang dikelola secara profesional masih terbilang kurang,” kata Bernadinus.

Menurut dia, semakin banyak yang tahu tentang kopi dan cara meraciknya, maka semakin baik.

Grace Praputri, yang merupakan peserta pelatihan sangat mengharapkan peran serta pemerintah dalam mengambil kebijakan- kebijakan, khususnya anggran terkait barista kopi. Kebijakan itu, kata Grace, adalah bantuan modal.

“Saya sangat senang dan berterimahkasih atas pelatihan ini, kemauan dan niat yang kuat untuk menjadi barista kiranya didukung oleh Pemda Ngada, orang muda punya semangat tapi lemahnya orang muda adalah tidak memiliki modal yang cukup,” ungkap Grace.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba