Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Ketua DPRD Ngada Apresiasi Pelatihan Kopi AFB
Ekbis

Ketua DPRD Ngada Apresiasi Pelatihan Kopi AFB

By Redaksi17 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para calon barista sedang konsen mendengarkan pemaparan materi khusus daru Instrukur Dewaji Coffee Shop dan Yayasan Sahabat Cipta Bandung berkat kerja sama Asosiasi MPIG dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ngada (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Asosiasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Georafis (AMPIG) Arabica Flores Bajawa (AFB) menggelar pelatihan barista bagi calon dan pelaku usaha kopi.

Kegiatan tersebut yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Ngada pada 13-16 November 2019 itu mendapat apresiasi dari Ketua DPRD setempat, Bernadinus Dhei Ngebu.

“Pelatihan barista kopi oleh AMPIG dan Dinas Pertanian patut diapresiasi, karena pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi peserta. Barisata bukan profesi yang mudah, butuh pelatihan yang serius dan perlu ada instruktur yang mumpuni,” ungkap Bernadinus

Ia mengatakan para peserta yang mengikuti pelatihan barista adalah orang-orang yang mampu membaca peluang usaha yang sangat luar biasa.

Upaya ini dinilainya sangat mulia dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, khususnya bagi warga Kabupaten Ngada.

“Di Kabupaten Ngada khususnya Kota Bajawa, kedai kopi yang dikelola secara profesional masih terbilang kurang,” kata Bernadinus.

Menurut dia, semakin banyak yang tahu tentang kopi dan cara meraciknya, maka semakin baik.

Grace Praputri, yang merupakan peserta pelatihan sangat mengharapkan peran serta pemerintah dalam mengambil kebijakan- kebijakan, khususnya anggran terkait barista kopi. Kebijakan itu, kata Grace, adalah bantuan modal.

“Saya sangat senang dan berterimahkasih atas pelatihan ini, kemauan dan niat yang kuat untuk menjadi barista kiranya didukung oleh Pemda Ngada, orang muda punya semangat tapi lemahnya orang muda adalah tidak memiliki modal yang cukup,” ungkap Grace.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Ngada
Previous ArticleAMPIG Gelar Pelatihan Barista Kopi
Next Article 37 Anggota Baru HMPCK Ikut MPAB di Kupang

Related Posts

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Dua Babinsa Datangi Panitia, Nobar Film “Pesta Babi” di Bajawa Dibatalkan

15 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.