Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Motif Disparbud Sikka di Balik Penghargaan untuk Kojadoi dan Umauta
Ekbis

Motif Disparbud Sikka di Balik Penghargaan untuk Kojadoi dan Umauta

By Redaksi20 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Perempuan Dokar, Desa Umauta, Kecamatan Bola sedang melakukan pewarnaan tenunan dengan bahan alam (Foto: Trubus.id)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Malam puncak Fetival Nian Tana pada Sabtu, 16 November 2019 lalu diwarnai dengan penyerahan penghargaan desa wisata terbaik Kabupaten Sikka.

Penghargaan ini diberikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kepada dua desa di Sikka. Keduanya yakni Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur dan Desa Umauta, Kecamatan Bola.

Menurut Kabid Kelembagaan dan SDM Disparbud Sikka Mikhael Mane, penghargaan tersebut diberikan lantaraan keduanya dinilai berhasil mengembangkan pariwisata di desa masing-masing.

“Kojadoi dan Umauta memiliki karakteristik tersendiri dan unik dalam membangun pariwisata desa,” ucap Mane kepada VoxNtt.com di ruangan kerjanya, Senin (18/11/2019).

Mikhael Mane menerangkan Kojadoi unggul dalam hal sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Sementara Umauta unggul dalam hal community based tourism atau pariwisata berbasis komunitas.

Kojadoi mendapat penghargaan ISTA 2019 dari Kementerian Pariwisata RI. Sementara Kojadoi mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada tahun 2018.

Keunikan Umauta adalah konsentrasi pada tenun ikat dengan pewarna alami dan sanggar seni budaya yang melibatkan sebagian besar warga Kampung Dokar, Desa Umauta.

“Umauta sekarang semakin mendunia. Minggu kemarin mereka ke Singapura untuk memberikan pelatihan soal tenun. Sebelumnya bersama Kadin Indonesia mereka pameran di Eropa,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Selasa, 12 November 2019 lalu, Plt. Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sikka Frando Da Lopes mengatakan, pemberian penghargaan tersebut sebagai cara dinasnya memotivasi desa-desa lain untuk mengembangkan pariwisata.

Selain Kojadoi dan Umauta, berdasarkan data Disparbud Sikka, saat ini terdapat sejumlah desa di kabupaten itu yang mengembangkan pariwisata desa.

Desa-desa tersebut antara lain Desa Sikka, Desa Pemana, Desa Gunung Sari, Desa Kojagete, Desa Darat Pantai dan Desa Wailamun.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleEmpat Tahun, Lima Pelajar di Sikka Bunuh Diri
Next Article Tahun 2020, Pemkab Manggarai Dapat Insentif Daerah 39 Miliar

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.