Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Miris, Ende Tertinggi di NTT Kasus Kematian TKI di Malaysia
Human Trafficking NTT

Miris, Ende Tertinggi di NTT Kasus Kematian TKI di Malaysia

By Redaksi26 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peti jenazah Fiktorius Ngere (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kabupaten Ende peringkat pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kasus kematian tenaga kerja ilegal di Negara Malaysia selama 11 bulan tahun 2019 ini.

Data yang diperoleh dari Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantauan (KKPP-MP) Kevikepan Ende, Kabupaten Ende telah menerima 24 jenazah sepanjang tahun 2019.

“Jumlah kematian migran justru meningkat setiap tahun. Kabupaten Ende masih posisi tertinggi di NTT dengan menerima 24 jenazah dari Malaysia selama tahun ini,” tutur Pastor Reginald Pi Perno dari KKPP-MP kepada wartawan di Ende, Senin (25/11/2019) siang.

Dari jumlah keseluruhan di NTT sebanyak 104 jenazah TKI yang dipulangkan, Kabupaten Ende masih posisi tertinggi.

Pastor Perno membandingkan dengan beberapa kabupaten lain yang justru terus menurun.

Misalnya, Kabupaten Malaka sebanyak 14 orang, Kabupaten Flores Timur 12 orang dan Kabupaten TTS sebanyak 9 orang.

Sedangkan Kabupaten TTU sebanyak 7 orang, Kabupaten Kupang 7 orang, Sumba Barat Daya (SBD) 6 orang, Belu 5 orang, Kota Kupang 5 orang, Manggarai 3 orang dan Kabupaten Nagekeo dan Sikka masing-masing 2 orang.

Sementara Kabupaten Lembata, Manggarai Timur, Sumba Barat, Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua masing-masing 1 orang.

Pastor Perno menuturkan, mayoritas kematian para tenaga kerja tersebut akibat dari serangan jantung dan penyakit-penyakit lainnya.

Untuk itu, ia berpendapat bahwa perlu kerja sama semua pihak untuk berupaya menurunkan angka ini pada tahun-tahun akan datang.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Human Trafficking
Previous ArticleCurhat Guru Komite di Mabar: 14 Tahun Mengabdi, Pernah Digaji 50.000 Per Bulan
Next Article LPPDM Desak Polres Manggarai Cabut Kembali SP3 Kasus Embung Wae Kebong

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.