Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Gereja Tua Rekas Resmi Jadi Situs Religi
Seni dan Budaya

Gereja Tua Rekas Resmi Jadi Situs Religi

By Redaksi27 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gereja Tua Rekas (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Gereja Tua Rekas resmi menjadi cagar budaya atau situs religi di wilayah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu sesuai keputusan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula melalui surat Nomor 238/ Kep/ HK/ 2019 tertanggal 21 November 2019.

Dalam surat tersebut, menjelaskan status situs religi Gereja Rekas adalah tercatat pada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang kepemilikannya tetap menjadi milik Keuskupan Ruteng.

Data yang dihimpun VoxNtt.com, Gereja Tua Rekas yang beralamat di Kempo, Kecamatan Mbeliling itu sudah dibangun beberapa tahun setelah agama Katolik hadir di bumi Manggarai.

Gereja ini dibangun tahun 1924 atau sepuluh tahun setelah pembentukan Paroki Rekas tahun 1914. Sementara dalam sejarahnya, agama Katolik pertama kali hadir di Manggarai pada tahun 1912 di Lemarang, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Pastor Wileem Bak, SVD, yang datang ke wilayah Rekas dan memperkenalkan agama Katolik untuk pertama kalinya.

Pastor Wileem merupakan misionaris Ordo Serikat Sabda Allah atau Societas Verbi Divini (SVD).

Dialah yang menjadikan warga Rekas menjadi Serani Sa’i Kontas Bokak (orang Katolik).

Di dalam gereja tua ini disemayamkan kerangka jenazah Pastor Franz Eickmann, SVD, selaku pendiri dan perintis Gereja Rekas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat Augustinus Rinus menjelaskan, ke depan pihaknya akan berkerja sama dengan Keuskupan Ruteng untuk menata Gereja Tua Rekas menjadi sebuah destinasi wisata rohani.

“Kita akan kerja sama dengan Keuskupan Ruteng untuk menjadikan gereja ini sebagai sebuah destinasi Wisata Rohani,” katanya saat dihubungi VoxNtt.com, Selasa (26/11/2019)

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Agustinus Ch Dula Gereja Rekas Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleChapter Trash Hero Beri Edukasi tentang Bahaya Sampah di Labuan Bajo
Next Article Polda NTT Tahan Camat Boleng, Ini Kasusnya

Related Posts

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.