Foto bersama Paulus Un di Hotel Wilma Kupang, Sabtu (30/11/2019)
alterntif text

Betun, Vox NTT- Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Kupang mendukung program Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

Pasalnya, program primadona Bupati Malaka Stefanus Bria Seran itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pendapatan petani yang modern.

Ketua bidang kemasyarakatan IMMALA Kupang Jho Kapitan menyatakan, sebagai kader muda Malaka pihaknya siap ikut berperan aktif dalam mengawasi program RPM milik Bupati Stefanus Bria Seran.

“IMMALA sebagai kumpulan orang intelektual melalui Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) kader muda Malaka dibentuk dan dibina untuk menjawab tantangan hari esok dan mampu memberikan ide kreatif terhadap kesuksesan RPM Malaka,” tandasnya saat dihubungi VoxNtt.com usai kegiatan LKTD IMMALA Kupang di Aula Hotel Wilma Kupang, Sabtu (30/11/2019).

Senada dengan Jho, Ketua IMMALA Kupang Anton Bisik berharap RPM bisa meningkatkan kualitas dan kreativitas petani Malaka. Itu terutama dalam memasarkan hasil pertanian petani.

Menurutnya, petani harus memanfaatkan media sosial untuk mencari calon pembeli sendiri agar menghindari tengkulak.

“Masalah petani seperti permodalan dan akses pasar kini belum teratasi karena petani Malaka belum memanfaatkan hasil teknologi berbasis internet dengan baik,” kata Anton.

Pemanfaatan media sosial juga bertujuan agar memudahkan akses pasar untuk menghubungkan petani dengan konsumen.

“Pemkab Malaka juga harusnya membuka pasar perbatasan antara Malaka dengan negara tetangga Timor Leste, sehingga hasil dari RPM bisa diekspor ke sana,” pinta Anton.

Pembina IMMALA Kupang Paulus Un dalam materinya saat kegiatan LKTD tersebut menjelaskan, misi utama RPM adalah kelimpahan pangan masyarakat di kabupaten itu.

Dosen di Fakultas Pertanian Undana Kupang itu mengatakan, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dalam setiap kesempatan selalu berbicara mengenai program RPM agar didukung masyarakat.

Bupati Stefanus, kata Paulus, mengharapkan melalui program RPM masyarakat bisa sejahtera.

Kemudian, Bupati Stefanus juga kerap menyatakan bahwa pemerintah hanya sebagai fasilitator dalam pelaksanaan program RPM. Sementara masyarakat diharapkan dapat berperan aktif demi menyukseskan program ini.

Paulus menambahkan, program RPM seharusnya didukung dan ditangani oleh ahlinya.

Dikatakan, program RPM merupakan investasi besar untuk memberdayakan petani Malaka menuju kesejahteraan dan kemakmuran.

“Untuk seksesnya RPM harus ada koneknya ke setiap OPD di Malaka untuk penjabaran program RPM, sehingga bisa output-nya sukses. Malaka ini tanah subur dan harusnya kita menjadi lumbung pangan di NTT,” ujar bakal calon Wakil Bupati Malaka periode 2020-2025 ini.

Untuk hal ini, Paulus pun mengaku merasa terpanggil untuk menjadikan Malaka makmur dengan bertani.

“Kita lanjutkan RPM sebagai akses menuju sejahtera,” katanya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba