Sejumlah awak media sedang pose bersama dengan petugas kawasan hutan Kebesani (Foto: Edi)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Kebesani adalah desa di Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini berada di pegunungan Detukeli, daerah yang masih terbelakang.

Jarak dari Kota Ende sekitar 80-an kilometer yang dapat ditempuh berkisar satu setengah jam. Bagi Anda yang baru pertama kali berkunjung Ende dapat menyewakan kendaraan rental dengan harga yang mudah dijangkau.

Tampak awak media sedang wawancara petugas kawasan hutan Kebesani (Foto: Edi)

Anda tak perlu ragu, mayoritas masyarakat Ende sudah mengenal kawasan hutan Kebesani. Adalah hutan ampupu jenis Eucalyptus urophylla hasil reboisasi petugas kehutanan sejak tahun 1980-an.

Baca: Satu Jam Berkencan dengan Sunset di Robek Reok

Secara geografis, kawasan hutan Kebesani terletak di pegunungan dengan ketinggian sekitar 800 dpl. Kawasan ini seluas 200 ha yang mayoritas dikuasai pepohonan ampupu.

Petugas kawasan hutan Kebesani Vitalis Lio berpose dengan latar belakang pepohonan ampupu (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

Di sana, anda cukup mengocek saku sebesar lima ribu sebagai karcis masuk. Lalu Anda boleh leluasa menikmati kesejukan alam kawasan itu. Namun sebagai catatan, Anda dilarang merusak ekosistem alam dan membuang sampah pada tempat yang disediakan petugas.

Sebagai informasi, kawasan ini dikelola oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah Kabupaten Ende bekerja sama dengan Koperasi Serba Usaha Gaharu.

Menurut Vitalis Lio, petugas di kawasan itu menyebutkan hutan Kebesani termasuk dalam kawasan hutan lindung yang dikelola KPH sejak tahun 2018. Saat ini kawasan itu masih dalam proses penataan sebagai obyek wisata.

Saat ini, sebut Vitalis, ada sembilan spot yang disiapkan untuk pengunjung. Spot-spot itu ditempatkan di beberapa lokasi di bawah tegakknya pohon ampupu.

Anda direkomendasikan untuk mengekspresikan segala keceriaan dan kesenangan. Entah bersama sahabat, keluarga maupun kekasih Anda.

Kawasan itu dipadati dengan pepohonan ampupu hasil reboisasi tahun 1980-an (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Kawasan hutan Kebesani terbilang masih asri. Hawanya juga sangat menyegarkan, khas pegunungan.

Baca Juga: Hamparan Sawah Mengagumkan, Pesona Alam Satarmese

Jika Anda ingin menghindar dari hingar bingar perkotaan, kawasan ini menjadi jaminannya. Lagipula, tempat ini juga cocok untuk kegiatan outbound dan juga sebagai tempat bersemedi untuk menghilangkan rasa jenuh dan capai.

Sementara soal kebutuhan perut, Anda juga boleh mencicipi makanan khas lokal yang disiapkan warga setempat. Seperti ubi, pisang dan beberapa makanan lokal lainnya.

Sejumlah awak media sedang berpose di kawasan hutan Kebesani (Foto: Edi)

Vitalis menerangkan bahwa lapak yang disiapkan oleh petugas sebagai bentuk pemberdayaan warga sekitar, terutama memasarkan makanan khas lokal. Sebab, pada prinsipnya pemerintah sedang mengangkat kembali makanan lokal ke wisatawan.

Jika Anda ingin membawa bekal sendiri, petugas tak melarang. Namun, sekali lagi Anda diharapkan tetap menjaga kebersihan terutama sampah plastik.

Setelah puas menikmati alam di kawasan Hutan Kebesani, Anda boleh mengunjungi beberapa obyek wisata di Detukeli. Misalnya wisata budaya, wisata sejarah pahlawan Marilonga serta obyek wisata alam seperti Lesugolo dan Watu Ndanda.

Kawasan obyek wisata alam Lesugolo sebagai daya tarik wisatawan (Foto: Istimewa

Watu Ndanda adalah obyek wisata alam yang belakangan baru dikenal. Uniknya, Watu Ndanda adalah belahan bebatuan yang mirip dengan alat vital pria. Anda boleh menikmati keunikan obyek wisata alam itu.

Sementara, Lesugolo adalah obyek wisata alam berupa semburan air panas dari bebatuan. Lokasi ini cocok untuk prewedding bagi pasangan. Selamat menikmati wisata Detukeli!!

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba