Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran saat memberikan keterangan pers terkait tujuh formasi CPNS yang lowong di Malaka, Rabu (25/02/2020). (Foto: Frido Raebesi).
alterntif text

Betun, Vox NTT-Tujuh formasi tidak terisi dalam SKD CPNS di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Formasi Tahun 2019.

Terkait hal itu, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS) akan berkonsultasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Hal itu disampaikan SBS, saat menerima hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Malaka dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional Wilayah X Denpasar di Aula Kantor Bupati Malaka, Rabu (26/02/2020).

Baca Juga: Manusia Diperdagangkan Seperti Barang, di Mana Pancasila?

Mantan Kadis Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga mengaku puas, karena hasil seleksi SKD CPNS Kabupaten Malaka tahun ini sangat bagus dengan lulusan yang banyak.

“Seleksi yang dilaksanakan saat ini sangat fair karena menggunakan keunggulan teknologi. Dan, sebagai pimpinan, saya sangat senang dan bangga karena ada perkembangan yang luar biasa. Kalau dibandingkan dengan tes yang sama tahun lalu, tahun ini banyak sekali yang lolos,” ujar Bupati Malaka kepada VoxNtt.com.

Baca Juga: Apresiasi Polres Malaka, Polisi Diminta Ungkap Bos Judi di Malaka

Tapi di lain sisi, Bupati Malaka mengaku kecewa karena ada tujuh formasi pada enam jabatan yang tidak terisi melalui tes SKD yang baru selesai dilaksanakan pada hari ini, Rabu (26/02/2020).

“Tetapi ada yang kurang, karena ada tujuh formasi tidak terisi. Tentu kami akan berkoordinasi dengan Menpan RB terkait ini,” ujar SBS.

Bupati SBS juga mengingatkan agar peserta yang sudah lolos Passing Grade dapat mempersiapkan diri secara baik untuk tes berikut.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Veronika Flora Fahik melaporkan, Tujuh Formasi yang tidak terisi tersebut ada pada enam jabatan, yakni, jabatan dokter gigi, satu formasi, pengawasan perikanan, satu, teknisi elektro medis, satu, penyuluh pertanian, satu, Administrasi data base kependudukan, satu dan pelatih olahraga dua formasi.

Baca Juga: Positif ASF, 1.394 Ekor Babi di Pulau Timor “Melayang”

Flora juga melaporkan, dari 3.649 peserta yang mendaftar, 3.576 orang mengikuti tes atau sebesar 98 persen, sedangkan sisanya dinyatakan gugur sebelum tes karena tidak hadir tanpa berita.

Dari 3.576 peserta yang mengikuti tes SKD, 674 peserta lolos passing grade dan akan mengikuti seleksi lanjutan pada tahapan berikutnya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Editor: Boni J