Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pemprov Tegaskan Belum Ada Corona di NTT, 4 RS Disiagakan
KESEHATAN

Pemprov Tegaskan Belum Ada Corona di NTT, 4 RS Disiagakan

By Redaksi5 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pihak RSUD WZ Johannes Kupang, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Dominggus Mere dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena saat memberikan keterangan pers di RSUD WZ Johannes Kupang, Rabu, 4 Maret 2020. (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, drg. Dominikus Minggus Mere menegaskan, hingga saat ini belum ada virus Covid-19 alias corona di NTT.

“Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga saat ini belum ada kasus, khususnya kasus covid-19. Belum ada sampai saat ini,” tegas drg. Dominikus kepada wartawan di Kupang, Rabu (04/03/2019).

Untuk mengantisipasi masuknya covid-19 di NTT, kata Dominggus, Gubernur dan Wakil Gubernur telah mengirimkan surat kepada seluruh kepala daerah, baik bupati maupun wali kota Kupang pada tanggal 30 Januari 2020 tentang kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini terhadap masuknya penyakit covid-19.

“Jadi, secara kebijakan pemeritah Provinsi telah mengirimkan surat itu kepada seluruh bupati dan wali kota Kupang di Provinsi NTT,” ungkapnya.

Pedoman penataan pelaksanaan penyakit covid-19 ini menggunakan pedoman yang dikeluarkan pihak kementrian kesehatan dan WHO.

Baca Juga: Gejolak Virus Corona, Dinkes Ende: Warga Jangan Panik, Pola Hidup Sehat Diterapkan

“Ya, hingga saat ini kita berpedoman pada pedoman buku itu yang sudah direvisi dalam revisi ketiga,” jelasnya.

Kata dia, segala penataan pelaksanaan baik pencegahan maupun penata pelaksanaan kasus covid-19 ini berpedoman pada buku yang dikeluarkan secara resmi oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Selain itu jelas dia, berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan nomor 414 tahun 2007 telah ditunjuk dua rumah sakit di NTT sebagai rumah sakit rujukan penyakit emerging deasis, yakni RSU Prof. Dr. WZ Johannes di Kupang dan RSU Dr. TC Hillers di Maumere.

Baca Juga: Soal Corona, Wagub NTT Suruh Masyarakat Minum Jus Kelor dan Berdoa

Namun demikian jelas dia, pada tahun 2020 juga kementrian Kesehatan dalam hal ini direktorat jendral pelayanan Kesehatan telah merevisi rumah sakit yang ada menjadi tiga, ditambah rumah sakit Komodo di Labuan Bajo.

“Jadi, sudah ada tiga rumah sakit di NTT ini sebagai rumah sakit rujukan,” katanya.

Dalam penggembangannya lanjut dia, pemeritah Provinsi menganggap penting untuk juga mengusulkan beberapa rumah sakit oleh karena topografi tipikal dari Provinsi NTT berbeda dengan Provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga: Corona Kian Meresahkan Warga, Wagub NTT: Corona Ini Kan Flu Biasa

“Karena kita ini Provinsi kepulauan dan penyebaran penduduk itu sesuai dengan penduduk yang ada. Sehingga kita menambah satu lagi rumah sakit Umbu Rara Meha di Waengapu untuk nanti apabila terjadi penyakit covid-19 ini di Wilayah itu. Rumah sakit rujukannya nanti rumah sakit Umbu Rara Meha di kawasan Sumba,” ungkapnya.

Selain itu ungkap dia, untuk kawasan Timor karena NTT merupakan Provinsi batas negara sehingga juga pihaknya mengusulkan rumah sakit Gabriel Manek di Atambua.

“Karena posisinya sangat strategis dengan Timor Leste sebelah Timur. Oleh karena itu kita juga mengusulkan rumah sakit itu,” katanya.

Baca Juga: Beredar Informasi 2 Pasien Terindikasi Corona di RSUD WZ Johannes Kupang, Begini Penjelasan Direktur

Persiapan pemeritah Provinsi NTT untuk mengatasi masalah ini tambah dia, pertama, pemeritah Provinsi telah menganggarkan untuk pos anggaran darurat.

“Kemarin sudah disepakati kurang lebih 4 miliar yang akan dikeluarkan dari anggaran tak terduga, antara lain diperuntukan untuk pembangunan ruang tekanan negatif. Juga untuk sarana- prasaran lainnya termasuk peralatan kesehatan, juga alat perlidungan diri untuk petugas, alat-alat penunjang lainnya itu laboratorium,” tandasnya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

Dominggus Mere Kota Kupang RS Gabriel Manek Atambua RS Komodo RSU Dr. TC Hillers Maumere RSUD WZ Johannes Kupang Umbu Rara Meha Waengapu Virus Corona
Previous ArticleBOP-LBF Kirimkan 7 Tim dalam Tour De Florata
Next Article Potret Gangguan Kepribadian Narsistik dalam Dinamika Politik Manggarai

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.