Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Belum Lunas Uang Sekolah, Pelajar SMP di Malaka Dipukul Guru dan Dipaksa Berbohong
Regional NTT

Belum Lunas Uang Sekolah, Pelajar SMP di Malaka Dipukul Guru dan Dipaksa Berbohong

By Redaksi7 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paulina Sadipun (14) siswi kelas VII SMPK St. Isidorus Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Paulina Sadipun (14) terpaksa menelan pil pahit. Siswi kelas VII SMPK St. Isidorus Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka itu diduga mendapat siksaan oleh oknum guru, Kamis (05/03/2020).

Paulina diduga dipukul gurunya lantaran belum mampu melunasi uang sekolah yang sudah menunggak selama tiga bulan.

Akibat penganiayaan itu, ia pun mengalami luka memar di bagian kaki. Selain dianiaya, Paulina juga dilarang ke sekolah hingga uang sekolah dilunasi.

Kepada wartawan, Paulina menuturkan, saat dipanggil, oknum guru tersebut memintanya kembali ke rumah untuk mengambil uang sekolah. Ia pun menuruti permintaan gurunya itu.

Namun, setiba di rumah ibu Paulina mengaku belum ada uang dan berjanji akan melunasi pada 9 Maret 2020.

“Saya kembali mengadu ke orangtua, tetapi uang tidak ada. Ibu saya berpesan akan melunasi pada 9 Maret 2020,” kisahnya.

Karena belum ada uang, ia pun bergegas kembali ke sekolah untuk menyampaikan pesan ibunya.

Namun, oknum guru tersebut memaksanya harus segera melunaskan saat itu juga.

“Saya jelaskan sesuai pesan ibu, tetapi saya langsung dipukul oleh oknum guru itu hingga memar,” katanya.

Paulina mengaku lupa nama gurunya. Sebab ia merupakan guru baru.

Atas peristiwa itu, pihak keluarga meminta oknum guru tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jika tidak, keluarga menempuh jalur hukum.

Sementara itu, Kepala SMPK St. Isidorus Besikiama Marselinus Seran Klau dan Wakil Kepala Sekolah Bernadus Seran Nahak membantah adanya aksi pemukulan terhadap Paulina oleh stafnya.

“Itu tidak benar. Dia jatuh bukan dipukul. Setelah jatuh, karena luka dia lalu ke puskesmas untuk beli salaf. Sepulang dari sana, dalam perjalanan dia dicegat oleh 5 orang pemuda bertopeng di jalan. Di sana dia ini diancam untuk nanti beritahu orangtua bahwa dia dipukul oleh gurunya. Dia diancam, kalau tidak beritau begitu nanti dia mati. Karena ketakutan, akhirnya sampai rumah dia mengaku dipukul oleh gurunya ke orangtua dan kakaknya,” jelas Wakasek Bernadus saat ditemui di ruang guru SMPK St. Isidorus Besikiama.

Di ruang guru itu juga Paulina dipanggil masuk untuk memberikan keterangan di hadapan awak media, kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, serta seorang guru.

Keterangan Paulina tampak sudah berubah. Ia memberikan keterangan persis sama seperti penjelasan dari Wakasek Bernadus.

Kendati demikian, sehari sebelumnya dalam isi video yang direkam oleh kakak kandungnya, Paulina mengaku bahwa dirinya dipukul gurunya lantaran belum bisa membayar uang sekolah yang menunggak sudah 3 bulan.

Selanjutnya, saat pulang membeli obat oles dari puskesmas, keterangan Paulina kembali berubah. Kepada awak media, ia kembali mengamini keterangannya dalam video yang direkam kakak kandungnya.

Dengan raut wajah penuh ketakutan, Paulina mengaku lagi bahwa sebenarnya dia dipukul oleh gurunya.

“Benar kaka, saya dipukul guru. Tapi tadi pagi saya disuruh guru – guru untuk mengarang cerita seperti tadi di ruang guru. Benar saya jatuh juga setelah dipukul. Tapi saya jatuh di depan kantin. Ada dua luka, satunya yang bengkak dan satunya luka goresan saat yang saya jatuh. Saya takut kaka. Nanti dikeluarkan dari sekolah,” tutur Paulina dengan ekspresi muka penuh takut

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka SMPK St. Isidorus Besikama
Previous ArticleRytha, Riwayat Rindu di Jalan Sunyi
Next Article Tak Dukung Maju Pilkada Ngada, Fridus Muga Tanggalkan Baju Demokrat saat Rakercab

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.