Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Petugas Kesehatan Lingkungan dan 33 Warga Ngada Terserang DBD
KESEHATAN

Petugas Kesehatan Lingkungan dan 33 Warga Ngada Terserang DBD

By Redaksi12 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
YT (32) salah satu pasien DBD di RSU Bajawa (Foto: Patrick/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Wabah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sejak Januari hingga memasuki awal Maret 2020 telah merenggut 33 korban.

Wabah DBD juga turut menyerang seorang petugas kesehatan lingkungan (Kesling) yang bertugas di Puskesmas Soa, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada.

Petugas kesehatan lingkungan itu bersama empat warga Ngada lainnya saat ini sedang dirawat intensif di RSU Bajawa.

“Sedangkan 28 sisanya sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah masing-masing,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru.

Menurut Naru, kasus penyerangan wabah penyakit DBD di Kabupaten Ngada terparah terjadi di tahun 2019 dengan total mencapai 247.

Dua pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia hingga Kabupaten Ngada masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada saat ini masih fokus pada penanganan langsung dengan melakukan pengasapan atau fogging.

Sedangkan untuk pencegahan, Naru menambahkan, agar terhindar dari penyakit DBD, masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah melalui gerakan tiga M plus.

Itu di antaranya: 1). Menguras dan menyikat dinding Bak atau tempat penampung air minimal seminggu sekali, 2). Menutup rapat-rapat tempat penampung air seperti genting penampung air, tempayan, tangki, drum dan lain sebagainya. 4). Menyingkirkan atau mendaur ulang barang barang bekas yang berpotensi menampung atau menjadi genangan air

Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mengusir nyamuk adalah dengan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk di sekitar rumah dan bangunan. Kemudian, memelihara ikan pemakan bentuk, serta memasang ovitrap atau perangkap nyamuk termasuk menerapkan pola JUMANTIK atau Juru pemantau Jentik satu orang untuk satu rumah.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

DBD DBD Ngada Ngada
Previous ArticleGolkar Usung Paket Aman pada Pilkada 2020?
Next Article Ketua DPRD NTT Imbau Masyarakat untuk Waspada Terhadap DBD

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.