Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Cegah Penyebaran Covid-19, Camat Miobar TTU Tutup Sementara Pasar Eban
Ekbis

Cegah Penyebaran Covid-19, Camat Miobar TTU Tutup Sementara Pasar Eban

By Redaksi23 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustration (Photo by: Detik.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Serfinus Tefa, Camat Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah memutuskan untuk menutup aktivitas di Pasar Mingguan Eban.

Penutupan itu terhitung mulai 24 Maret sampai 31 Maret 2020.

Keputusan untuk menutup aktivitas di pasar mingguan tersebut telah disampaikan ke masyarakat melalui surat pengumuman yang ditandatangani Camat Serfinus, Senin (23/03/2020).

Camat Miomafo Barat Serfinus Tefa saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui telepon, mengakui jika dirinya telah mengeluarkan pengumuman untuk penutupan Pasar Eban.

Serfinus menuturkan, keputusan untuk menutup sementara pasar tersebut yakni untuk mencegah penyebaran virus corona.

Hal itu lantaran pasar mingguan yang terbilang cukup ramai setiap minggunya tersebut, jelas Serfinus, bukan hanya dikunjungi oleh warga dari Kabupaten TTU melainkan juga dari kabupaten tetangga.

Dari sisi ekonomi memang diakui Serfinus sangat terganggu di balik penutupan Pasar Eban. Siklus perputaran ekonomi dalam satu atau dua minggu tentu saja terganggu.

Kendati demikian, ia memandang dari sisi kesehatan. Sebab, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten sudah mengimbau agar tidak boleh ada pertemuan-pertemuan yang melibatkan banyak orang.

”Maka saya berpikir bahwa pasar itu kan datang dari berbagai daerah, berbagai latar belakang kita tidak tahu maka sikap yang saya ambil itu kita mencegah itu lebih baik ditutup untuk sementara dulu untuk 2 kali pasar,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU Virus Corona
Previous ArticleTerkait Covid-19, DPRD Minta Bupati Manggarai Rumahkan ASN
Next Article Puskesmas Colol Sosialisasi ke Setiap Desa untuk Waspada Terhadap Corona

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.