Para penumpang asal Makassar tiba di Labuan Bajo dengan menggunakan KM Binaiya Kamis (26/03/2020) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) telah mengeluarkan surat permohonan kepada Kementerian Perhubungan untuk akses keluar masuk ke Labuan Bajo dan Manggarai Barat umumnya, baik melalui jalur udara, darat dan laut pada Rabu, 25 Maret 2020 kemarin.

Surat permohonan yang ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Mabar Maria Geong itu bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kabupaten itu.

Kendati sudah mengeluarkan surat permohonan untuk menutup akses keluar masuk, sebanyak 445 penumpang asal Kota Makasar, Sulawesi Selatan tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (26/03/2020). Para penumpang tiba dengan menggunakan Kapal Binaiaya.

Kepala Syahbandar Pelabuhan Labuan Bajo Simon S. Baon mengatakan, kedatangan para penumpang tersebut tidak bisa dibatalkan meski adanya permohonan penutupan akses keluar masuk di Pelabuhan Labuan Bajo.

“Kedatangan para penumpang ini tidak bisa dibatalkan karena jadwal pelayaran sudah terjadwal jauh sebelum surat permohonan dari Pemda keluar. Hari ini terdapat 445 penumpang asal Makassar yang tiba di Pelabuhan Labuan Bajo dengan menggunakan kapal Binaiaya. Mereka tetap harus diturunkan di sini,” jelas Simon saat ditemui VoxNtt.com, Kamis (26/03/2020).

Simon menjelaskan, terkait pencegahan penyebaran Covid-19, pihak pelabuhan bersama Pelni, KKP, dan angkatan laut telah mengantipasi dengan melakukan beberapa langkah-langkah pencegahan.

Itu antara lain melakukan pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan cairan antiseptik kepada setiap penumpang yang turun dari kapal.

“Selain itu kita juga melakukan penyemprotan cairan sanitizer dan juga menyediakan satu tempat cuci tangan di area pelabuhan,” lanjutnya.

Simon mengatakan, pihaknya telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak keluar daerah selama beberapa pekan ini.

“Hari ini yang berangkat ke Makassar ada 25 orang saja karena sudah terlanjur membeli tiket dari minggu-minggu yang laku dan kita layani. Setelah ini tidak ada lagi kapal penumpang yang melayani pelayaran dari dan menuju pelabuhan singgah Labuan Bajo dan untuk sementara akan ditutup sampai 3 April 2020,” tutup Simon.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba