Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Gerakan Bersama 6 Desa di Perbatasan RI-RDTL Cegah Penyebaran Covid-19
KESEHATAN

Gerakan Bersama 6 Desa di Perbatasan RI-RDTL Cegah Penyebaran Covid-19

By Redaksi3 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu pengendara yang melintas di Desa Nilulat sementara mencuci tangan di tempat yang disediakan oleh Pemdes setempat, Kamis, 02 April 2020 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Enam (6) desa yang terletak tepat di perbatasan RI-RDTL melakukan gerakan bersama untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Ke-6 desa tersebut yakni desa HaumeniAna, Desa Nilulat, Tubu, Sungkaen, Nainaban dan Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU.

Pantauan VoxNtt.com, Kamis (02/04/2020), di setiap pintu gerbang masuk di-6 desa tersebut sudah didirikan satu buah pos penjagaan.

Pada pos tersebut sudah disediakan disinfektan yang akan digunakan untuk menyemprot kendaraan yang masuk ataupun keluar dari 6 desa.

Selain itu, sudah disediakan air dan sabun, sehingga setiap warga yang mau masuk ataupun keluar dari desa-desa tersebut diwajibkan mencuci tangan.

Camat Bikomi Nilulat Marselinus Sara kepada VoxNtt.com menuturkan, selain penyemprotan disinfektan dan cuci tangan, ada beberapa langkah lain yang dilakukan pihaknya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Petugas sementara menyemprotkan disinfektan pada mobil milik dinas Camat Bikomi Nilulat yang melintas di Desa Tubu, Kamis, 02 April 2020 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)

Itu antara lain dengan membubarkan segala kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

Salah satu langkah konkretnya yakni dengan menutup sementara aktivitas di Pasar Mingguan HaumeniAna dan Nainaban.

Selain itu, tambah Marsel, pihaknya telah bekerja sama dengan Polri dan TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 132/BS untuk memperketat pengawasan di pintu perbatasan, serta jalan-jalan ilegal lainnya.

“Kita juga kerja sama dengan TNI dari Satgas Pamtas untuk perketat pengawasan di ‘jalan-jalan tikus’ agar tidak ada yang melintas,” tegasnya.

Marselinus melanjutkan, dana untuk pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah desa. Setiap desa mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 Juta.

“Untuk pengadaan bahan disinfektan dan lainnya itu melalui dana desa, mereka (setiap Pemdes) anggarkan Rp 10 Juta,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU Virus Corona
Previous ArticleCegah Tular Covid-19, Pekerja Media Perlu Dilindungi APD
Next Article Tak Diterima di Kampung, Lagi-lagi ODP di Sikka Ditolak Warga Sekitar Rumah Singgah

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.