Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Resmikan Posko Covid-19, Kades Waling Minta Warga Jangan “Kembeluak”
KESEHATAN

Resmikan Posko Covid-19, Kades Waling Minta Warga Jangan “Kembeluak”

By Redaksi21 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan peresmian posko penanganan dan pengendalian virus corona di Desa Waling. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pemerintah Desa Waling, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menggelar kegiatan peresmian posko pencegahan dan pegendalian virus corona atau Covid-19, Kamis (16/04/2020).

Terpantau kegiatan itu dihadiri
Bhabinkamtibmas Polsek Borong Res Matim Bripka Anselmus Y Magung, Babinsa Y. A Rasyid, Petugas Kesehatan, Kader Pendamping Lokal Eginius Manukule, tokoh adat Petrus Jonas dan Relawan Pencegahan Virus Corona Desa Waling.

Kepala Desa Waling Feliks Gat
mengatakan peresmian posko itu hanyalah simbolis. Pemerintah desa kata dia, sudah melakukan upaya pencegahan virus melalui sosialisasi dan penyemprotan disinfektan yang didanai oleh pihak Puskesmas Tilir.

“Kita sudah lakukan upaya pencegahan sebelum peresmian posko. Bahkan kita juga sudah lakukan ritual adat untuk pencegahan virus,” ucapnya.

Selama ini aku Feliks, pihaknya hanya belajar secara otodidak terkait penyebaran dan gejala Covid-19. Sehingga ia meminta masyarakat desa itu harus mengikuti protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

“Saya minta warga supaya jangan kembeluak (keras kepala/tidak mentaati aturan, red). Harus ikuti protokol kesehatan yang ada dan tetap waspadah,” ujar kades yang memimpin 2311 jiwa itu.

Dia juga menjelaskan posko itu bakal dijaga oleh 46 orang. Namun, dalam pelakasanaannya akan dilakukan secara bergantian.

“Kami siapkan roster. Uang tiap bulan untuk mereka Rp 250.000. Sedangkan untuk tiap kali jaga mereka akan dapat uang makan Rp 20.000 uang minum Rp 5.000,” urai Feliks.

Dikatakannya saat ini sudah ada 4 orang yang tiba dari luar NTT di desa itu. Esok kata dia, 3 di antaranya akan selesai masa karantina. Sedangkan 1 orang baru tiba kemarin.

Ie menerangkan selain peresmian Posko Covid-19, ada agenda lain yang akan dilakukan pemdes Waling yakni, peresmian pembangunan satu unit rumah layak huni dan sosialisasi perubahan APBDes oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Dalam kesempatan itu, Bripka Anselmus Yulianus Magung mengatakan hingga saat ini Kepolisian Resort Matim sudah melakukan sosialisasi pencegahan virus corona atau Covid-19.

“Kita sudah melakukan kegiatan imbauan pencegahan virus corona di 9 kecamatan, baik itu berupa sosialisasi maklumat Kapolri dan protokol-protokol kesehatan pencegahan virus,” katanya.

Ia mengapresiasi upaya dari Pemdes Waling yang sudah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian virus sedini mungkin. Apalagi jelas dia, Waling merupakan jalur yang sering dilalui warga yang berasal dari Elar dan Mukun.

Bripka Ansel juga mengimbau kepada Pemdes dan warga desa, untuk lebih mengedepankan pendekatan humanis dalam upaya pencegahan virus yang kian merebak itu.

“Harus senyum sapa dan salam. Tetap ikuti protokol kesehatan. Tidak boleh mengganggu psikologi orang lain. Kita lebih menekankan pada pendekatan humanis. Jangan sampai terjadi masalah baru di lingkungan kita,” tukas Bripka Ansel.

Sementara itu, Danramil Borong melalui Babinsa Y. A Rasyid menjelaskan pada prinsipnya Polri dan TNI lebih prioritas pada pendampingan tenaga medis untuk pencegahan virus.

Ia berharap Pemerintah Desa Waling mendata semua warga yang baru tiba dari luar NTT.

“Kalau bisa minta mereka untuk karantina mandiri di rumah. Kalau keras kepala tolong hubungi kami,” tegasnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Virus Corona
Previous ArticlePolisi dan Anggota DPRD Matim Perbaik Gorong-gorong yang Rusak
Next Article Dua Tersangka Penyelundupan BBM Resmi Jadi Tahanan Kejari TTU

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.