Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Eks Penumpang KM Lambelu asal Doreng Putuskan Tidak Pulang Kampung
KESEHATAN

Eks Penumpang KM Lambelu asal Doreng Putuskan Tidak Pulang Kampung

By Redaksi28 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Eks penumpang KM Lambelu asal Doreng berdiskusi dengan camat dan Kades pada Jumat (24/04/2020) lalu di SCC. (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Eks penumpang KM Lambelu asal Kecamatan Doreng, Sikka memutuskan untuk tidak pulang ke kampung halaman.

Mereka menyampaikan pilihan sikap mereka di hadapan camat Polikarpus Manase Mana, para kepala desa dan keluarga di lokasi karantina, Bekas Kantor Bupati Sikka, Senin (27/04/2020).

Padahal, camat dan para kepala desa sudah menyiapkan lokasi karantina bagi 8 orang yang berasal dari 4 desa di Doreng.

Sebelumnya, pada Jumat (24/04/2020) lalu, beberapa dari mereka sempat berlinang air mata karena ingin pulang. Bahkan sempat ada protes dari mereka lantaran tak pulang kala itu.

Salah satu peserta karantina asal Doreng, Aloysius Nong Jimi mengatakan ia dan teman-temannya merasa lebih nyaman di lokasi karantina sekarang.

“Kami tetap lanjutkan karantina di sini karena kami rasa lebih nyaman di sini,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Jimy berharap bila hasil rapis test III mereka reaktif, sehingga mereka bisa segera pulang dan melanjutkan karantina mandiri di rumah. Informasinya rapid test III akan dilakukan beberapa hari lagi.

Saat ini ada 8 warga Doreng yang menjalani karantina di bekas kantor Bupati Sikka.

Mereka berasal dari Desa Wolomotong, Desa Wolonterang, Desa Waihawa dan Desa Nenbura. Enam orang di antaranya adalah mahasiswa yang kuliah di Makassar. Sementara duanya bekerja di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Sementara itu, Camat Doreng Polikarpus Manase Mana mengaku setelah batal menjemput warganya pada Jumat (24/04/2020) lalu langsung melakukan konsolidasi dengan kepala desa dan tokoh-tokoh 4 desa terkait dan keluarga.

“Rencananya akan dijemput dan disiapkan dengan seremonial adat untuk menyambut mereka tetapi keputusan diserahkan pulang atau tidak diserahkan ke mereka,” ungkapnya, Selasa (28/04/2020) pagi.

Dia menerangkan setelah berdiskusi mereka memutuskan untuk melanjutkan karantina di lokasi terpusat yang disiapkan Pemda Sikka.

“Mereka memilih sendiri. Ini patut kita apresiasi karena pilihan mereka sangat tepat. Kalau mau karantina mandiri agak sulit dengan situasi rumah. Memang ada desa yang menyiapkan lokasi karantina tetapi masih banyak kekurangan,” tandasnya.

Rencananya mereka akan dijemput setelah melihat hasil rapid test III.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

KM Lambelu Sikka Virus Corona
Previous ArticlePolisi Masih Dalami Kasus Warga Disabet Senjata Tajam di Wersawe Mabar
Next Article Di Tengah Pandemik Covid-19, Bupati Agas Tetap Lantik Penjabat Kades

Related Posts

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.