Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Di Nagekeo, Klaster Pesantren Temboro Kembali Sumbang Tambahan 2 Kasus Reaktif Rapid Test
KESEHATAN

Di Nagekeo, Klaster Pesantren Temboro Kembali Sumbang Tambahan 2 Kasus Reaktif Rapid Test

By Redaksi8 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nagekeo kembali mengumumkan dua warga Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo reaktif berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test, Jumat (08/05/2020).

Dengan tambahan itu, warga Nagekeo yang reaktif rapid test Covid-19 kini berjumlah tiga orang.

Ketiga warga Nagekeo yang reaktif rapid test memiliki kontak erat dengan kasus penyebaran virus corona klaster pesantren Temboro Magetan.

Dilaporkan, dua dari 10 Santri Ponpes Magetan asal Nagekeo kini dilaporkan reaktif berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test.

Sedangkan seorang lagi, merupakan ibu dari salah satu santri yang terdahulunya telah dinyatakan reaktif.

“Dengan demikian, per hari ini, (Jumat, 8/5), Nagekeo sudah 3 OTG yang reaktif berdasarkan rapid test,” kata Humas Protokol Penanganan Virus Corona Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada.

Dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Silvester menegaskan adanya kemungkinan bahwa pergerakan status dari non-reaktif menjadi reaktif dan dari reaktif menjadi positif Covid-19 sangat mungkin terjadi di Kabupaten Nagekeo.

Penegasan kewaspadaan ini telah disampaikan sejak awal agar semua pihak harus tetap meningkatkan disiplin terhadap upaya pencegahan penularan virus corona atau Covid-19.

“Kami mengingatkan dengan serius, agar para penyandang P2T2, OTG, maupun ODP, wajib diam di rumah. Karantina mandiri selama 14 hari, tak ada toleransi sedikitpun. Pertama-tama diri sendiri. Lalu Keluarga dan tetangga terdekat. Juga sahabat dan komunitasnya. Semua, dimintai partisipasi dan tanggung jawabnya untuk mengawasi dan harus bisa menegur bila masih ada yang bandel atau ngeyel. Tak bisa sepenuhnya diserahkan kepada petugas kesehatan,” katanya.

Hingga hari ini, Jumat (08/05/2020), grafik monitoring data Covid-19 Kabupaten Nagekeo mencatatkan terdapat 1163 Pelaku Perjalanan dari Tempat Terjangkit (P2T2), Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 16 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 29 orang, serta Pasien Dalam Pemantauan berjumlah 1 orang dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Virus Corona
Previous ArticlePercepat Penyaluran BLT, Bupati TTU Minta Seluruh Pemdes Bentuk Relawan Covid-19
Next Article BLT di Desa Liang Sola Segera Dibagikan

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.