Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Penggunaan Masker Warga Kota Kupang Sudah Mulai Longgar
KESEHATAN

Penggunaan Masker Warga Kota Kupang Sudah Mulai Longgar

By Redaksi9 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dominikus Minggu Mere (Foto: Tarsi Salmon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dominikus Minggu Mere mengatakan, kesadaran untuk menggunakan masker dari warga Kota Kupang sudah mulai longgar.

“Kalau teman-teman media lihat di jalan-jalan, masih banyak saudara-saudara kita, teman-teman kita yang tidak menggunakan masker di area-publik,” tegas Dominikus kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Sabtu (09/05/2020)

Tak hanya kurangnya penggunaan masker jelas dia, kerumunan massa di berbagai tempat di Kota Kupang juga sudah mulai banyak.

“Kita melihat kerumunan massa sudah mulai banyak,” katanya.

Hal ini tegas dia, sangat berbahaya karena bisa terjadi transmisi lokal. Dan kalau itu terjadi, maka energi yang dibutuhkan tidak sedikit.

“Sebagaimana teman-teman media ketahui di berbagai tempat di seluruh Indonesia, di daerah-daerah terpapar dengan jumlah kasusnya yang banyak mereka sedang bergejolak menghadapi transmisi lokal yang ada,” tegas dr. Domi.

Energi kita, kata dia, tidak cukup kuat kalau transmisi lokal itu terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Ia mengatakan, hal yang paling penting dilakukan adalah selalu kombinasikan dalam pelayanan dan fokus pada deteksi dini, juga upaya-upaya pencegahan.

“Kita tidak inginkan akan terjadi transmisi lokal baik di Kota Kupang maupun di seluruh di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

“Oleh karena itu upaya terkoordinasi yang sudah dilakukan perlu lagi diperkuat,” tambahnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Pemprov NTT Virus Corona
Previous ArticleHasil MusDes Saenama, 165 Kepala Keluarga Terima BLT Covid-19
Next Article Anggota DPRD Dukung Kebijakan TAPD Manggarai untuk Realokasi dan Refocusing APBD

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Pemprov NTT Fokus Evakuasi dan Selamatkan Korban Gempa Flores

15 Agustus 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.