Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»PDP asal Malaka Meninggal Dunia di RSUD Johannes Kupang
KESEHATAN

PDP asal Malaka Meninggal Dunia di RSUD Johannes Kupang

By Redaksi15 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere (tengah) saat memberikan keterangan pers di kantor Gubernur NTT, Jumat, 15 Mei 2020 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan, ada 1 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Malaka meninggal dunia di RSUD W.Z Johannes Kupang, Jumat (15/05/2020).

Ia adalah F (49) asal Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka.

“Kami baru mendapatkan informasi dari rumah sakit, ada 1 PDP yang telah berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Mari kita mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan. Almarhumah salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) rujukan dari Kabupaten Malaka. Untuk hasil Swab belum ada,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTT Domi Mere kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Jumat (15/05/2020) siang.

Almarhumah meninggal dan gejala dengue shock syndrome, pneumonia dan PDP.

Selain itu, Domi juga menyampaikan PDP seluruh NTT yang meninggal sampai dengan Jumat (15/05/2020) berjumlah 11 orang.

Untuk itu, Domi mengajak seluruh masyarakat NTT agar tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

Ia juga mengimbau agar Pemkab Malaka segera melakukan penelusuran untuk mengontrol anggota keluarga dan orang – orang yang melakukan kontak langsung dengan almarhumah.

“Walaupun almarhumah meninggal dalam status PDP, kiranya juga Pemkab Malaka melakukan penelusuran untuk mengontrol, mengawasi anggota keluarga, tetangga atau siapapun yang pernah melakukan kontak dekat. Dan ini tindakan antisipasi kita,” katanya.

Direktris RSUPP Betun, dr. Oktelin Kaswadie membenarkan informasi tersebut. Untuk itu, dia meminta masyarakat Malaka agar selalu waspada dengan penyebaran Covid-19.

” Ya supaya kita lebih aware lagi bahwa di sekitar kita memang sudah banyak OTG yang berseliweran. Jadi perilaku hidup sehat dan tetap di rumah saja dulu kuncinya,” ujar dr. Oktelin melalui pesan WhatsApp-nya kepada VoxNtt.com.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka RSUD WZ Johannes Kupang RSUPP Betun Virus Corona
Previous ArticleKasus Pemukulan Petugas Medis di Puskesmas Wae Nakeng, Polisi Periksa Tiga Saksi
Next Article Kisah Anny Leong Bersua Muka dengan Janda Tua

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.