Nenek Maria Hoar Sala bersama Anny Leong saat berada di kebun, Rabu (13/05/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
alterntif text

alterntif text

Betun, Vox NTT- Anny Leong terus bergerak menjalankan misi kemanusiannya di tanah Malaka, NTT.

Pada Rabu (13/05/2020), sasarannya di Desa Alkani, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka.

Pemilik nama lengkap Valentin Nahak itu menargetkan akan bersua muka dengan Nenek Maria Hoar Sala di Desa Alkani.

Nenek Maria adalah janda tua. Ia tinggal bersama cucunya yang masih balita. Julita namanya.

Ke sana, Anny Leong ditemani kekasihnya. Keduanya memilih menghabiskan waktu untuk bersua muka dengan kaum renta, yang hampir luput dari perhatian pemerintah setempat.

Tak hanya bertemu, keduanya punya misi untuk membantu ala kadarnya.

Tepat pukul 14.00 Wita, Anny Leong yang diboncengi kekasihnya dengan sepeda motor matic bertolak dari Kota Betun, menuju barat Kabupaten Malaka, tepatnya Desa Alkani.

Waktu tempuh sampai tujuan sekitar satu jam perjalanan.

Baca: Anny Leong: Bantu Orang Susah, Ada Kepuasan Hati

Di atas motor matic itu, selain mereka berdua, ada sekarung beras ukuran 10 Kilogram. Ini akan diberikan untuk Nenek Maria Hoar Sala.

Cuaca dingin dan angin kencang dalam perjalanan tak mengurangi rasa empati mereka terhadap Nenek Maria.

Anny Leong memang memiliki hobi yang agak unik dari anak muda lain seusianya.

Dia mempunyai kebiasaan baik yakni sering membantu orang kecil yang sangat membutuhkan bantuan.

Kebiasaan ini sudah ditanamkan oleh orangtuanya yang memiliki budaya kebangsawanan Wehali. Budaya ini kental dengan rasa saling menghargai satu sama yang lain.

Setibanya di rumah Nenek Maria, ditemukan pintunya tertutup rapat. Keadaan sekeliling rumah tampak sepi. Oleh tetangga rumah, sepasang kekasih itu diberitahu, bahwa Nenek Maria lagi di kebunnya.

Anny Leong bersama kekasihnya itu, kemudian menyusul Nenek Maria ke kebun yang tidak jauh dari rumahnya.

Di sana,ditemukan Nenek Maria lagi menanam biji jagung untuk musim kedua tahun 2020 ini.

“Selamat sore nenek,” sapa Anny Leong.

Sontak Nenek Maria langsung kaget karena hadapannya berdiri dua anak muda yang sudah menebar senyum, yakni Anny Leong dan kekasihnya.

“Selamat sore, saya tanam jagung,” sahut Nenek Maria, menjawab sapaan Anny Leong.

Tanpa menunggu perintah, Anny Leong langsung ikut membantu Nenek Maria menanam biji jagung ke lubang yang sudah disiapkan.

Satu jam lamanya Anny Leong bersama Nenek Maria menyelesaikan pekerjaan menanam jagung di kebun.

Baca: Anny Leong Bantu Sembako untuk Seorang Nenek di Desa Saenama

Informasi yang diperoleh Anny Leong, Nenek Maria hanya memiliki sebidang lahan untuk diolahnya jika musim hujan tiba.

Harapan hidupnya, tergantung pada hasil panen jagung di kebun. Nenek itu memang tampak sudah sangat rapuh termakan usia.

“Tapi satu hal yang menjadi panutan hidup, adalah semangatnya yang luar biasa dalam bekerja untuk menghidupi cucu dan dirinya,” terang Anny Leong.

Mariana Valentin Nahak alias Anny Leong (Foto: Anny Leong)

Hari mulai senja, Anny Leong mengajak Nenek Maria Hoar pulang ke rumahnya.

Bersama kekasihnya, Anny Leong membantu membawa benih jagung milik Nenek Maria dan segala perkakas kebun.

Di rumahnya, Nenek Maria menyuguhkan sepasang kekasih itu dengan sirih pinang, suguhan khas masyarakat adat Pulau Timor dan sekitarnya.

Di rumah, Nenek Maria bercerita, dia memiliki empat orang anak. Tiga di antaranya adalah laki – laki dan satunya adalah perempuan yang sudah meninggal.

Suaminya juga sudah meninggal puluhan tahun lalu. Semua anaknya sudah berkeluarga dan merantau, sehingga ia akhirnya harus melanjutkan hidupnya sendiri bersama cucunya, Julita.

Singkat ceritanya, Anny Leong bersama kekasihnga pamit pulang karena hari makin senja. Mereka harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk kembali ke tempat tinggalnya di Laran, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten

“Kami pamit pulang nenek, ini ada beras 10 kilo untuk nenek dan Julita. Jaga kesehatan supaya bisa kuat lagi bekerja. Kalau ada rezeki lagi, kami datang kunjung lagi nenek,” ucap Anny Leong sambil pulang.

Tampak sang nenek tersenyum bahagia dan berterima kasih atas kebaikan sepasang kekasih itu.

“Cepat menikah, kalian berdua cocok,” kelakar sang nenek.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba