Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»4 Guru Kontrak Komite dari Amarasi Datangi Komisi V DPRD NTT
Pendidikan NTT

4 Guru Kontrak Komite dari Amarasi Datangi Komisi V DPRD NTT

By Redaksi16 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Empat guru kontrak komite di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Amarasi Barat, Kabupaten Kupang mendatangi Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Selasa (16/06/2020).

Mereka datang untuk mengadu karena belum menerima surat keterangan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat terkait sertifikasi guru yang berimplikasi ke tunjangan mereka.

“Kami diberi kesempatan oleh Dinas Pendidikan untuk mengikuti sertifikasi nasional, namun setelah lulus, justru surat keterangan dari gubernur hingga kini belum keluar, sehingga kami tidak bisa menerima tunjangan sertifikasi,” kata salah satu guru SMAN I Amarasi Barat, Arnoldus Ora.

Arnoldus mengaku telah mengabdi selama 11 tahun di SMAN I Kupang sebagai guru kontrak komite, dan baru diberi kesempatan untuk mengikuti sertifikasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

“Karena itu, kami datang mengadu ke DPRD, karena kami hanya butuh surat keterangan Gubernur NTT agar sertifikasi kami bisa diakui,” ujarnya.

Ia juga mengaku telah mendatangi Dinas Pendidikan NTT, namun diminta untuk bersabar. Padahal kata dia, yang dibutuhkan hanya surat keterangan Gubernur NTT.

“Kami sudah datangi dinas pendidikan, tapi kami diminta untuk bersabar,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD NTT, Ana Waha Kolin yang menerima para guru tersebut mendesak Dinas Pendidikan NTT agar segera menindaklanjuti ke Gubernur NTT, sehingga para guru ini bisa disertifikasi nasional.

“Kadis Pendidikan harus ambil langkah konkrit agar surat keterangan gubernur bisa dikeluarkan,” katanya.

Menurut dia, harusnya sertifikasi ini tidak diperhambat, karena akan mengurangi beban APBD, karena jika sertifikasinya diakui akan dibayar oleh APBN.

“Mereka ini sertifikasi nasional, sehingga akan dibayar oleh APBN,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan NTT, Benyamin Lola belum berhasil dihubungi wartawan.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni j

Previous ArticleKabar Gembira! Kabupaten Manggarai Bebas Covid-19
Next Article Cegah Pelanggaran Pengiriman Hewan, Lembaga Lintas Sektor di Nagekeo Hasilkan 10 Poin Kesepakatan

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.