Anggota kepolisian dibantu TNI melerai pertikaian antar-pemuda di Desa Nangadhero, Kabupaten Nagekeo (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
alterntif text

Mbay, Vox NTT- Awal kehidupan new normal, sekelompok pemuda asal Penginanga, kelurahan Lape, Kabupaten Nagekeo melakukan penyerangan ke daerah pemukiman penduduk di wilayah Desa Nangadhero. Di sana, mereka merusak empat rumah milik warga setempat.

Penyerangan itu diduga ditengarai oleh ulah para pemuda asal Desa Aeramo yang bermukim di area persawahan Desa Nangadhero.

Para pemuda asal Desa Aeramo diduga telah melakukan pelecehan verbal berupa makian kepada salah satu pemilik bengkel Malagase bernama Mus, asal Penginanga hingga berujung cekcok mulut di antara mereka.

Berdasarkan keterangan saksi mata, SR, cekcok mulut hingga berujung kekerasan verbal dan fisik bermula saat sekelompok pemuda asal Desa Aeramo tengah duduk bergerombol di simpang empat air panas, Desa Nangadhero pada Sabtu malam (20/06/2020), sekitar pukul 07.30 Wita.

Datang dari arah selatan, cahaya lampu mobil yang dikendarai Mus disebut menyilaukan mata para pemuda itu.

Mereka kemudian menghardik sembari mengumbar kata makian kepada Mus hingga memicu keributan.

Setelah keributan itu, Mus diduga mengabarkan kejadian yang menimpanya kepada para pemuda Penginanga.

Para pemuda Penginanga pun melajukan penyerangan ke wilayah Desa Nangadhero pada malam itu juga.

Aksi penyerangan pemuda Penginanga ke wilayah Desa Nangadhero dilakukan sebanyak dua kali pada Sabtu malam dan Minggu siang (20-21/06/2020).

Pada petikaian pertama, warga Aeramo berhasil merusak sebuah sepeda motor milik warga Penginanga. Sepeda motor yang dirusak kemudian dibuang ke dalam selokan air.

Sedangkan pada kubu warga Aeramo, seorang remaja terkena lemparan batu hingga mengalami luka serius pada area mata dan dilarikan ke rumah sakit.

Setelah bertikai, sembilan orang pemuda asal Aeramo dan Nangadhero kemudian menyerahkan diri dan diamankan pihak Kepolisian Resort Nagekeo.

Kesembilan pemuda yang telah diamankan itu kemudian dilepas kembali hingga memicu ketidakpuasan pemuda Lape. Mereka kemudian melakukan penyerangan kedua pada Minggu siang (21/06) hingga merusak empat rumah milik warga.

Aparat dari Polres Nagekeo dibantu anggota TNI pun dikerahkan untuk membubarkan kedua kubu yang bertikai.

Melihat kedatangan Polisi, kedua kubu yang terlibat dalam bentrokan itu lari berhamburan mengamankan diri.

Di TKP, tokoh muda Lape, Andreas Dala ikut membantu menenangkan situasi.

Andre meminta agar persoalan ini tidak sampai berlarut dan diupayakan untuk menempuh jalan damai sesuai budaya setempat.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba